RASIOO.id – Proyek penataan Jalan Saleh Danasasmita, Kota Bogor, menjadi sorotan warga setelah penutupan akses utama berdampak pada kemacetan dan membuat pengendara harus menggunakan jalur alternatif.
Pihak pelaksana proyek menyatakan akan mempercepat pengerjaan fisik di lapangan agar akses jalan tersebut dapat kembali digunakan sesuai target.
Warga sekitar, Siti Sundar (41), berharap pembangunan segera diselesaikan. Menurutnya, kepadatan kendaraan di jalan alternatif tidak hanya menghambat perjalanan, tetapi juga menimbulkan risiko bagi pengguna jalan.
“Penginnya cepat-cepat beres. Kasihan yang lain harus putar-putar, saya juga kadang putar-putar mulu. Mengandalkan jalan tikus saja kan rawan. Sempat tuh ada perempuan yang jatuh,” ungkap Siti.
Penutupan jalan utama juga membuat waktu tempuh warga menuju arah Bogor Nirwana Residence (BNR) bertambah hingga sekitar 30 menit.
Menanggapi keluhan tersebut, Ketua Penguyuban Lawang Gintung, Frankiy (56), mengatakan pihaknya akan mengupayakan percepatan pembangunan. Ia menargetkan pekerjaan dapat rampung pada Oktober 2026.
“Insya Allah sih bisa, ya. Oktober ini mungkin, yang penting cuaca sih ya kendalanya,” ujar Frankiy.
Menurutnya, kondisi cuaca dan stabilitas tanah di area konstruksi menjadi sejumlah tantangan yang harus diperhatikan selama pengerjaan.
Meski begitu, pihak pelaksana berkomitmen memaksimalkan pekerjaan ketika kondisi cuaca memungkinkan. Upaya tersebut dilakukan agar Jalan Saleh Danasasmita dapat kembali beroperasi normal dan mengurangi beban lalu lintas di jalur alternatif warga.
Warga kini berharap target Oktober 2026 dapat terealisasi sehingga aktivitas dan mobilitas masyarakat di kawasan tersebut kembali normal.











Komentar