RASIOO.id – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor tengah fokus mengerjakan dua proyek strategis yang ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Kedua proyek tersebut meliputi penataan Taman Lapangan Yasmin di Sektor 7 dan pembangunan hanggar untuk relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Nyi Raja Permas.
Kepala Disperumkim Kota Bogor, Chusnul Rozaqi, mengatakan penataan Taman Lapangan Yasmin menjadi salah satu proyek strategis yang saat ini mulai dikerjakan.
“Penataan taman ada beberapa titik taman diperbaiki, tapi yang sangat menyangkut ke proyek strategis ada di Taman Lapangan Yasmin,” ujar Chusnul, Rabu, 7 Oktober 2026.
Taman tersebut berada di kawasan Yasmin Sektor 7, tepatnya di sekitar SMA Negeri 10 Bogor. Proyek yang merupakan lanjutan dari tahun sebelumnya itu memiliki nilai anggaran sekitar Rp1,6 miliar.
Menurut Chusnul, proyek tersebut baru memasuki tahap awal pengerjaan setelah proses kontrak selesai. Meski demikian, penyelesaian tetap ditargetkan pada Desember 2026.
“Sudah baru berkontrak, baru berkontrak. Itu juga paling masih rendah. Tapi akhirnya nanti di Desember,” ungkapnya.
Selain Taman Yasmin, Disperumkim juga tengah mengerjakan penataan kawasan Nyi Raja Permas. Proyek tersebut berkaitan dengan penataan PKL yang selama ini beraktivitas di sekitar Alun-Alun Bogor dan Jalan Dewi Sartika.
Di kawasan tersebut, pemerintah membangun fasilitas berupa hanggar yang nantinya digunakan untuk mendukung proses relokasi para PKL.
“Yang kedua yang besar ada di Nyi Raja Permas. Nyi Raja Permas itu untuk penataan PKL. Kita bikin hanggar, semacam hanggar untuk relokasi PKL sekitar di Alun-Alun, Dewi Sartika,” kata Chusnul.
Proyek hanggar tersebut juga ditargetkan selesai pada Desember mendatang. Chusnul menyebut, selain dua proyek tersebut, kegiatan Disperumkim lainnya yang sedang dikerjakan memiliki skala lebih kecil.
“Ya, yang lain kecil-kecil kok. Yang besar cuma dua itu,” tuturnya.
Sementara itu, Chusnul mengklarifikasi terkait penataan taman di kawasan Baru yang sebelumnya dikaitkan dengan pekerjaan Disperumkim Kota Bogor.
Ia menegaskan proyek tersebut bukan bagian dari kegiatan Pemerintah Kota Bogor, melainkan paket pekerjaan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Bukan, ini paket kegiatan dari provinsi yang mana selain jalan, ada anggaran sekitar Rp2 miliar lebih untuk penataan leuwengnya termasuk ini, taman di sini,” jelas Chusnul.
Penataan tersebut, lanjut Chusnul, menjadi satu paket dengan pekerjaan Jalan Saleh Danasasmita.










Komentar