Berawal dari Karyawan, Pengusaha Asal Kota Bogor Ajeng Sukses Kembangkan Fashion Syar’i hingga 1.000 Pieces per Bulan

RASIOO.id – Berawal dari pengalaman bekerja di dunia korporat, Ajeng, pengusaha asal Kota Bogor, berhasil mengembangkan bisnis busana muslim syar’i melalui merek Azane. Usaha yang dirintis sejak 2024 itu kini mencatat penjualan sekitar 1.000 pieces per bulan dan memberdayakan sekitar 20 penjahit lokal.

Perjalanan Ajeng membangun bisnis tidak berlangsung instan. Pengalamannya bekerja di bidang komunikasi korporat dan manajemen merek menjadi bekal sebelum memutuskan terjun ke dunia usaha.

“Saya sebelumnya juga seorang karyawan yang bekerja mulai dari corporate communications, terus juga saya pernah di brand,” tutur Ajeng, Rabu, 21 Oktober 2026.

Pengalaman di bidang pengelolaan merek kemudian mendorong Ajeng mencoba peruntungan dengan membangun bisnis hijab. Ia meluncurkan Azane pada Oktober 2024 dengan menawarkan berbagai produk, mulai dari hijab square, pashmina, hingga hijab instan AzraFlow.

Ajeng ingin bisnis yang dibangunnya tidak hanya menghasilkan keuntungan, tetapi juga memberikan manfaat bagi banyak orang dan menjadi ladang amal jariah bagi keluarganya.

Namun, persaingan pasar hijab yang ketat membuatnya harus mengevaluasi strategi bisnis. Bersama timnya, Ajeng kemudian mengalihkan fokus ke produk busana muslim syar’i, seperti abaya dan dress.

Keputusan tersebut menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan Azane. Produk kolaborasi pertama mereka, Zayna Dress, mendapat sambutan positif dari pelanggan dan menjadi salah satu pilihan untuk kebutuhan ibadah umrah.

“Ternyata di syar’i itu masya Allah banget. Kalau kita lihat seperti gamis biasa, tapi ternyata pasarnya banyak sekali di situ. Alhamdulillah dengan bantuan partner dan juga Shopee, akhirnya bisa sampai saat ini bertumbuh sampai karyawannya juga nambah,” ungkapnya.

Kini, Azane menawarkan lebih dari 10 jenis produk, mulai dari dress, khimar bandana, hingga set busana muslim. Ajeng memanfaatkan platform e-commerce Shopee sebagai salah satu saluran utama pemasaran untuk menjangkau pelanggan di berbagai daerah.

Produk Azane telah dikirim ke sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Sumatra dan Kalimantan. Bisnis tersebut juga mulai menjangkau pasar luar negeri, seperti Malaysia.

Di balik perkembangan bisnisnya, Ajeng turut membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Ia bekerja sama dengan sekitar 20 penjahit lokal yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga di Kota Bogor.

“Saya bekerja sama dengan para ibu-ibu rumah tangga biasanya. Makanya yang bekerja memang ibu-ibu dari sekitar Kota Bogor dan pastinya yang berkompeten,” katanya.

Bagi Ajeng, menjaga keberlangsungan usaha di tengah kondisi ekonomi yang dinamis menjadi tantangan tersendiri. Ia harus memastikan produk yang ditawarkan tetap sesuai dengan kebutuhan pelanggan sekaligus menjaga daya saing bisnis.

“Tantangan paling menantang adalah indeks ekonomi, bagaimana caranya supaya Azane ini tetap relevan dengan kebutuhan customer. Makanya kita bukan hanya jualan produk, tapi kita jualan emosional, mendapatkan teman untuk perjalanan berhijrah,” ujarnya.

Selain mengembangkan koleksi dress dan abaya, Azane menghadirkan khimar bandana sebagai pelengkap busana syar’i. Produk tersebut dirancang praktis dengan satu hingga dua tangkai di bagian dalam untuk membantu pengguna mengenakannya dengan lebih mudah.

Koleksi abaya Azane juga dilengkapi detail bordir untuk memperkuat tampilan produk. Sementara itu, pilihan material dan paket bundling memberikan alternatif bagi pelanggan sesuai kebutuhan.

Azane menawarkan produk dengan rentang harga Rp199 ribu hingga Rp899 ribu, bergantung pada jenis koleksi, bahan, dan paket yang dipilih. Merek tersebut juga menghadirkan promosi pada momen tertentu, seperti peluncuran produk baru, tanggal kembar, dan promo gajian.

Ke depan, Ajeng berencana memperluas jangkauan pasar dengan mengikuti berbagai bazar berskala besar yang berfokus pada busana syar’i.

Perjalanan Ajeng menunjukkan bahwa pengalaman bekerja dapat menjadi modal untuk membangun usaha. Melalui keberanian beradaptasi dan konsistensi mengembangkan produk, Azane tidak hanya bertumbuh sebagai bisnis fashion muslim, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi penjahit lokal di Kota Bogor.

Komentar