Pemkot Bogor Tutup Permanen Perlintasan Sebidang MA Salmun Mulai 26 Oktober

RASIOO.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan menutup secara permanen perlintasan sebidang kereta api di kawasan Jalan MA Salmun, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, paling lambat Senin, 26 Oktober 2026. Penutupan ini dilakukan seiring pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan tersebut demi meningkatkan keselamatan masyarakat.

Camat Bogor Tengah, Dheri Wiriadirama, menyampaikan rencana tersebut saat berdiskusi bersama warga di Kelurahan Cibogor pada Jumat, 23 Oktober 2026. Ia menjelaskan, keputusan penutupan telah melalui sosialisasi dan disepakati bersama warga setempat.

Meski sebelumnya penutupan direncanakan pada Minggu, 25 Oktober 2026, pemerintah mematangkan jadwal pelaksanaan hingga paling lambat Senin, 26 Oktober 2026. Penyesuaian ini dilakukan agar pemasangan spanduk pemberitahuan, penyiapan petugas di lapangan, serta kelengkapan administrasi dapat dipersiapkan dengan baik.

Penutupan tersebut juga mempertimbangkan keselamatan warga karena aktivitas penyeberangan langsung di atas rel kereta api akan dihentikan. Selain itu, keberadaan alat berat untuk mendukung konstruksi JPO membutuhkan pengamanan di sekitar area proyek.

Untuk mengantisipasi dampak terhadap mobilitas masyarakat, Pemkot Bogor menyiapkan rekayasa lalu lintas dan jalur alternatif. Akses kendaraan roda dua dan roda empat di sekitar Gang Ardio tetap diatur agar arus lalu lintas di kedua sisi pagar tidak terganggu.

Pemerintah juga menyiagakan petugas untuk mengatur lalu lintas serta menerapkan sistem buka-tutup gerbang, termasuk di kawasan Jembatan Pelengkung.

Sementara itu, pejalan kaki yang sebelumnya biasa menyeberang langsung melalui perlintasan tersebut menuju Jalan Dewi Sartika akan diarahkan menggunakan jalur alternatif. Salah satu rute yang disiapkan adalah melalui Jalan Mayor Oking dengan bantuan kendaraan.

Dinas Perhubungan bersama pihak kecamatan juga akan memasang spanduk dan banner berukuran besar di sejumlah titik strategis mulai akhir pekan ini. Langkah tersebut bertujuan memberikan informasi kepada masyarakat sekaligus mencegah pengendara salah memilih jalur setelah penutupan diberlakukan.

Pemkot Bogor berharap pengaturan lalu lintas dan sosialisasi yang dilakukan dapat membantu masyarakat beradaptasi dengan perubahan akses selama pembangunan JPO berlangsung.

Komentar