RASIOO.id – Perdebatan soal beda data Kemenkumham dengan Kemenke terkait transaksi mencurigakan Rp349 Triliun yang dikaitkan Kemenkeu, nampaknya berakhir sudah.
Hal itu setelah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hadir dalam rapat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi III DPR dan Mahfud MD selaku Ketua Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan TPPU, serta Kepala PPAT sebagai sekretaris komite.
Rapat yang digelar pada Selasa 11 April 2023 itu menjadi ‘panggung’ Sri Mulyani untuk memberikan penjelasan kepada Komisi II. Dia menjelaskan secara detail mengenai dugaan transaksi mencurigakan sebesar Rp349 T yang dikaitkan dengan Kemenkeu.
“Saya menyampaikan, TIDAK ADA PERBEDAAN DATA antara Pak Mahfud dan saya terkait transaksi agregat Rp349 T karena berasal dari sumber yang sama, yaitu PPATK,” kata Sri Mulyani
“Selama ini Kemenkeu terus bekerja sama dengan PPATK, APH, maupun K/L untuk melakukan pencegahan/ pemberantasan Tindak Pidana Asal (TPA) dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), terutama LHA/LHP sebesar Rp253 T terkait kewenangan Kemenkeu menyidik dugaan tindak pidana perpajakan dan kepabeanan, bukan terkait pegawai Kemenkeu,” papar Sri Mulyani, dikutip dari rasioo.id dari akun instagram @smindrawati, Rabu 12 April 2023.
Baca Juga : Keterangan Resmi Sri Mulyani Soal Anak Pejabat DJP Aniaya David Hingga Koma
Sri Mulyani memastikan, pihaknya telah menindaklanjuti laporan hasil akhir / laporan hasil pemeriksaan PPATK yang disampaikan ke Kemenku, termasuk soal dugaan adanya pelanggaran adminitrasi yang dilakukan jajaran Kemenkeu.
“Seluruh LHA/LHP dari PPATK terkait tindakan administrasi terhadap ASN Kemenkeu yang terbukti terlibat telah kami lakukan tindak lanjut sesuai UU No. 5/2014 jo PP No. 94/2021 tentang Disiplin PNS. Dari 200 surat yang kami terima, 186 surat dengan nilai Rp275,22 T telah selesai ditindaklanjuti dan 14 surat dengan nilai Rp382 M masih dalam proses tindak lanjut. Kemenkeu berkomitmen untuk terus menindaklanjuti dugaan terjadinya TPA dan TPPU sesuai ketentuan UU No. 8/2010.
Sri Mulyani memastikan, Ini merupakan informasi penting dan akurat yang perlu diketahui bersama. Dia harap, informasi tersebut dapat meluruskan berbagai mispersepsi yang muncul di masyarakat. (*)















Komentar