Jembatan Leuwiranji Cuma Bisa Tahan Beban 20 Ton Tapi Dilintasi Kendaraan Muatan 50 Ton, Kok Dibiarkan?

RASIOO.id – Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan nampak begitu kesal atas kerusakan jalan dan jembatan yang tidak ditangani cepat oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Salah satu yang menjadi sorotan adalah kerusakan jembatan Leuwiranji yang menghubungkan Kecamatan Rumpin dengan Gunungsindur. Kondisi jembatan yang cukup mengkhawatirkan tersebut dikeluhkan warga hingga viral di media sosial.

“Medsos (media sosial) jangan diabaikan, sekarang eranya teknologi, kalau ada yang lapor, segera respon cepat,” katanya.

Baca Juga : Jembatan Leuwiranji Rusak Parah, Kades Sukamulya : Guncangannya Kencang Sekali

Iwan meminta pemeliharaan jalan dan jembatan tidak dilakukan asal-asalan. Untuk itu, dia meminta agar asesmen jalan dan jembatan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten Bogor dilakukan dengan baik.

“Pemeliharaan jalan dan jembatan ini harus kuat, dan saya minta asesmennya jalan, jembatan dan jalan rusak harus benar-benar didata sehingga terukur. Jadi jalan rusa bisa ditangani segera dan yang tidak masuk di tahun ini bisa dianggarkan di APBD perubahan atau tahun berikutnya,” tegasnya.

Khusus jembatan Leuwiranji, Iwan bertanya kepada Pejabat Dinas PUPR soal kondisi jalan tersebut.
“Ini kondisinya seperti apa, kuat menahan beban kendaraan berapa ton?,” tanya Iwan.

Pertanyaan tersebut dijawab Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PUPR, Asmandila. Dia mengatakan, jembatan Leuwiranji hanya aman dilalui kendaraan dengan beban maksimal 20 ton. Kendaraan tersebut memang menjadi akses truk tronton pengangkut material tambang setiap hari.

PUPR mencatat kendaraan truk tronton yang melewati jembatan saat membawa muatan rata-rata bobotnya mencapai 40 ton hingga 50 ton.
“itu kita timbang melalui WIM (Weight in Motion) saat kendaraan melintas memang rata-rata beratnya 40 sampai 50 ton,” kata pejabat Dinas PUPR.

Mendapat penjelasan tersebut, Iwan langsung kaget. Dia meminta agar Dinas PUPR melakukan asesmen (penilaian) secara serius terhadap kondisi jembatan Leuwiranji. Jika memang jembatan hanya mampu menahan beban 20 ton, harus tegas dilakukan pembatasan.

“Coba itu di asesmen dule deh, kalau memang cuma kuat 20 ton batasi 20 ton, koordinasikan dengan dishub (Dinas Perhubungan),” tegasnya.

Diberitakan sebelumbya, jembatan Leuwiranji yang menghubungkan Kecamatan Rumpin dengan Gunung Sindur Kabupaten Bogor kondisinya sangat mengkhawatirkan. Pengendara yang melintas mengaku guncangan jembatan yang membelah sungai Cisadane tersebut terasa seperti akan patah.

“Setiap melintas terasa takut, apalagi saat berpapasan dengan truk tronton jembatannya juga goyang dan kondisi jembatannya dari baut, pelat besi nya sudah banyak yang lepas,”ungkap Nur Yuli (36) pengendara sepeda motor di lokasi, kepada rasioo.id, Senin 8 Mei 2023.

Namun meski hasrus menyebrang jembatan dengan rasa ketakutan, Yuli masih melintasi jembatan tersebut setiap hari. Dia mengaku tidak banyak pilihan untuk memangkas jarang tempuh

“Kalau memutar jaraknya sangat jauh harus melewati Tangerang dari Rumpin kearah Gunung Sindur,” katanya.

Kepala Desa Sukamulya Ihwan Nur Arifin mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan imbauan agar berhati-hati melintasi jembatan tersebut. Apalagi, truk-truk besar yang mengangkut material tambang juga masih menggunakan jalan tersebut.
“Iya memang kondisinya (jembatan) memprihatinkan. Guncangannya kencang sekali,” katanya.

 

Komentar