Uap Vape dan Rokok Elektrik Sama Berbahayanya dengan Rokok Konvensional

RASIOO.id Mungkin sebagian orang beranggapan jika vape dan rokok elektrik adalah solusi berhenti merokok batangan atau konvensional. Padahal, beberapa penelitian yang dilakukan ahli kesehatan menegaskan, efek rokok elektrik tidak lebih ringan dibandingkan rokok konvensional.

Begitu pun efek pada orang-orang sekitar, sama-sama bisa merugikan hingga membuat gangguan pernapasan.

Spesialis paru RS Persahabatan dan Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Erlina Burhan, SpP(K) menjelaskan, orang yang terpapar uap dari vape atau rokok elektrik bisa mengalami risiko layaknya perokok pasif dari rokok konvensional.

https://rasioo.id/2023/01/11/wow-ternyata-buah-durian-bisa-menurunkan-kadar-kolestrol/

“Kalau rokok biasa dikatakan menimbulkan asap, asapnya kemana-mana. Jadi orang di sekitarnya juga berisiko terpapar, terekspos asap,”kata dr Erlina, 14 Januari 2023.

Rokok elektrik atau vape dibakar menghasilkan uap atau aerosol. Uap dan aerosol juga menyebar sehingga sama saja.

“Orang di sekitarnya kita anggap pasif atau secondhand smoker karena terekspos uap yang ditimbulkan,” beber dr Erlina.

Memang pada awalnya, sambung dia, rokok elektrik dan vape diciptakan sebagai alat transisi untuk para perokok aktif berhenti merokok, lantaran memiliki kandungan nikotin lebih rendah dibandingkan rokok konvensional. Namun, realitanya pengguna rokok elektrik tetap menghisap terus-menerus sehingga nikotin yang masuk ke tubuh kadarnya sama saja layaknya dari rokok konvensional.

https://rasioo.id/2023/01/09/7-tips-make-up-natural-buat-wanita/

“Didesain seperti itu tapi pada kenyataannya justru banyak gagalnya. Orang malah kecanduan juga dengan cara-caranya bahkan justru lebih sering menghisapnya. Sebagian tidak bisa meninggalkan rokok konvensional malah pakai dua-duanya. Itulah yang dikatakan e-cigar atau vape ini gagal dipakai sebagai alat untuk berhenti merokok,” jelas dr Erlina.

Salah satu penelitian menyebut lebih dari sama dengan 30 hisapan itu nikotin yang dihantarkan itu sama dengan jumlahnya dengan satu batang rokok. Memang kadarnya rendah tapi pada kenyataannya ternyata orang terjebak dengan kata-kata kadar nikotin dan zat-zat kimia menjadi lebih rendah.

“Jadi memang sama-sama menimbulkan kecanduan juga,” pungkas dr Erlina.(net)

Editor: Wibowo

Komentar