RASIOO.id – Suja’i (56), menangis tersedu-sedu saat mendapati tubuh putranya di Ruang IGD RS FMC Bogor. Dia sama sekali tidak menyangka harus kehilangan putra kesayangannya Arya Saputra (16) dengan cara yang sangat tragis. Arya yang merupakan siswa SMK Bina Warga kelas X Jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) itu meninggal dunia setelah disabet pedang oleh pelajar berkendara sepeda motor.
Ia menyebutkan, Arya adalah sosok anak yang baik, sehingga ia meyakini putranya tersebut tidak memiliki musuh dan bermasalah baik di lingkungan rumah maupun sekolah.
“Sehari-harinya anak ini baik tidak pernah macam-macam. Bahkan saya sering mengingatkan dia untuk langsung pulang setelah selesai sekolah,”
Baca Juga : Sadis, Siswa SMK Tewas Ditebas Pedang Oleh Tiga Pelajar Bermotor
Ja’i, juga tidak mendapati keganjilan sebelum berpisah didunia dengan anak kesangannya itu. Termasuk, Jum’at pagi saat peristiwa nahas itu terjadi. Arya seperti hari-hari biasanya berpamitan berangkat ke sekolah untuk menunaikan kewajibannya sebagai pelajar
“Saya juga tidak mendapat firasat apa-apa,” kata Jai.
Dengan menahan marah, Suja’i mengatakan dirinya tidak habis fikir terhadap kelakuan keji tiga pelajar hingga menghilangkan nyawa anaknya. Menurut Ja’i perilaku tersebut sama sekali tidak menunjukan karakter pelajar. Ia berharap, polisi segera menangkap pelaku dan memberi hukuman yang setimpal.
“Sangat sadis sekali, sekali lagi saya meminta kepada kepolisian untuk segera menangkap pelaku,” kata Jai yang merupakan warga Desa Cijujung, Sukaraja, Kabupaten Bogor.
Sementara itu, Polresta Bogor Kota telah mengidentifikasi pelaku pembacokan yang menyebabkan Arya Saputra meninggal dunia. Polisi berjanji pelaku akan segera ditangkap.
“Kita akan tangkap pelakunya. Sekarang masih diselidiki. Tunggu hasil penyelidikan dulu baru kita tangkap pelakunya,” kata Kapolresta Bogor Kota, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso usai melihat kondisi Arya Saputra di Rumah Sakit FMC, Sukaraja, Kabupaten Bogor.
Arya yang merupakan siswa kelas X jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR), tewas dibacok oleh orang tidak dikenal sekitar pukul 09.30 saat hendak menyebrang dari ujung gang di pinggir Jalan Raya Jakarta-Bogor, tepatnya tidak jauh dari simpang Pomad, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.
Baca Juga : Polisi Buru Tiga Pelajar Pembunuh AS Siswa SMK Bina Warga Bogor
Salah seorang saksi, Andre menjelaskan bahwa sebelum kejadian, Arya bersama lima orang temannya hendak menyebrang jalan. Kemudian, dari arah Cibinong, datang tiga pelajar mengendarai sepeda motor lalu menyerang menggunakan pedang.
Setelah mendapat sabetan pedang pada bagian pipi tepatnya di bawah telinga, Arya langsung terkapar. Rekan korban sempat melarikan diri, sebelum kembali untuk menolong korban dibantu warga sekitar yang memberhentikan ambulans, lalu membawa Arya ke RS FMC.
“Iya pas di lampu merah itu, pelajar yang pakai motor langsung membacok pelajar yang mau nyebrang lampu merah,” kata Andre. (*)
Reporter : Egi AM
Editor : Ramadhan













Komentar