Pelajar Bogor Tewas Dibacok, Disdik Jabar Minta Orang Tua Jangan Mengandalkan Pendidikan Budi Pekerti di Sekolah Saja

RASIOO.id – Analis Kebijakan Sekolah Wilayah II Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat, Irman Khaeruman meminta Satuan Pendidikan untuk meningkatkan pembelajaran Budi Pekerti.

Hal tersebut ia sampaikan usai mendatangi kediaman korban pembacokan, Arya Saputra (16) di Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Sabtu 11 Maret 2023.

“Itu sangat penting (pendidikan budi pekerti.red), sudah luar biasa banyak upaya-upaya yang dilakukan oleh satuan pendidikan,” kata Irman Khaeruman kepada Rasioo.id. Sabtu, 11 Maret 2023.

Baca Juga:Warga Cijujung Marah, Minta Polisi Hukum Berat Pelaku Pembunuh AS Siswa SMK Bina Warga Kota Bogor

Menurut dia, peningkatan pendidikan Budi Pekerti akan meningkatkan perilaku baik para pelajar. Irman Khaeruman mengklaim, sejumlah sekolah tingkat SMA di Jawa Barat sudah mengaplikasikan model pendidikan seperti itu.

“Alhamdulillah, anak-anak pun banyak perubahan kearah yang lebih baik. Apalagi, kita terus lakukan kolaborasi dengan dinas terkait.  Ada banyak sekali dampaknya.  Kita kan tidak hanya cukup sekali dua kali, harus terus dilakukan secara berkelanjutan,” papar Irman Khaeruman.

Selain itu, dia juga meminta para orang tua tidak hanya mengandalkan pendidikan Budi Pekerti di sekolah, tapi juga harus memperhatikan perilaku anak mereka di rumah.

Baca Juga: Cerita Haru Pelajar Korban Pembacokan di Kota Bogor, Arya Sempat Dituntun Ucapkan Syahadat Oleh Tukang Kopi Sebelum Ajal Menjemput

“Intinya selalu melakukan pengawasan dan kerjasama dengan pihak orang tua. Jangan sampai lepas kontrol di saat anak-anak pergi maupun pulang sekolah,” tutup dia.

Sebelumnya, Arya Saputra (16) tewas akibat tebasan senjata tajam yang diduga dilakukan oleh pelajar yang ada di wilayah Bogor.

Arya Saputra ditebas daerah lehernya saat dia hendak menyebrang di lampu merah Pomad, Jumat  10 Maret 2023.

Repoter: Egi AM

Editor: Hannan

Komentar