RASIOO.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengakui masih ada alih fungsi lahan yang menyebabkan Kabupaten Bogor menjadi daerah rawan bencana alam.
Hal tersebut disampaikan Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan usai Kabupaten Bogor mendapatkan ‘juara satu’ daerah paling rawan bencana se-Indonesia dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Memang kalau kita turun pasti ada lah kaya pembalakan liar, ada pengalihan fungsi lahan, pasti ada, tapi kita yang masalah bencana itu gak semua disebabkan itu,” kata Iwan, Kamis 30 Maret 2023.
Baca Juga : Longsor, Akses Warga Cigombong Terputus
Iwan mengatakan, kontur geografis Kabupaten Bogor juga menjadi pemicu bencana di Bumi Tegar Beriman. Maka dari itu, kata dia, setiap tahun Pemkab selalu berupaya melakukan sosialisasi terkait informasi pemetaan dan visualisasi fisik kawasan rawan bencana.
“Kabupaten Bogor ini adalah daerah yang rawan bencana karena kontur fisik di daerah Bogornya. Apalagi kalau di Bogor Barat itu kaya film jumanji, ada bukit tinggi di bawahnya kampung, itu kan kita juga susah kalau mau mindahin (relokasi.red),” papar Iwan.
Terlebih, hujan dengan intensitas tinggi juga menjadi penyebab yang tidak bisa dibendung oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.
“Jadi bencana ini juga sumbernya (penyebabnya) banyak ya. Kaya intensitas hujan yang tinggi, atau memang banyak tutupan yang banyak di Puncak, atau di daerah lain dan memang itu salah satu penyebab,” papar dia.
Iwan mencatat dari 40 Kecamatan Se-Kabupaten Bogor, 22 diantaranya dianggap rawan terhadap bencana alam.
“Daerah yang kita antisipasi ada 22 Kecamatan yang rawan longsor, itu hasil mitigasi dari BNPB dan BPBD Kabupaten Bogor,”tutup dia.
Diketahui, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan Kabupaten Bogor menjadi daerah yang rawan bencana longsor tertinggi di Indonesia.
“Kemudian disusul Cilacap dan Banjarnegara. Dan itu (posisi) dua, tiga, empat lima itu berganti-ganti setiap tahun, namun puncaknya ini tetap Kabupaten Bogor,” ungkap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari saat Konferensi Pers secara virtual Senin 28 Maret 2023.
Repoter : Egi AM
Editor : Ramadhan















Komentar