Ini Lima Anjuran Islam Saat Ada Peristiwa Gerhana Matahari

RASIOO.id – Fenomena alam gerhana matahari merupakan salah satu bukti kebesaran Allah SWT. Syariat Islam menganjurkan beberapa hal saat peristiwa langit ini berlangsung. Melansir laman NU online, setidaknya ada 5 hal yang dianjurkan syariat Islam ketika terjadi peristiwa gerhana Matahari.

Ustadz Sunnatullah, pengajar di Pondok Pesantren Al-Hikmah Darussalam, Kokop, Bangkalan, Jawa Timur menjelaskan bahwa ada lima anjuran syariat Islam saat ada gerhana. Anjuran-anjuran tersebut sebagaimana ditulis oleh Habib Zain dalam kitab Taqriratus Sadidah fil Masailil Mufidah (2003, h. 348).

Pertama, melaksanakan shalat Gerhana Matahari (kusuf al-syams) dua rakaat. Shalat ini boleh dilaksanakan secara sendirian maupun berjamaah, baik di dalam rumah ataupun di masjid.

Baca Juga : Jangan Abaikan Keselamatan Saat Menyaksikan Gerhana Matahari, Dampaknya Bisa Mengerikan

Kedua, sebelum melaksanakan shalat sunnah gerhana matahari (kusuf al-syams), umat Islam disunnahkan untuk mandi terlebih dahulu. Setelah mandi, tidak disunnahkan untuk berhias.

Dalam melaksanakan mandi ini, harus diawali dengan niat sebagai berikut:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِصَلَاةِ الْكُسُوْفِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى  Nawaitul ghusla lishalâtil kusûfi sunnatan lillâhi ta’âlâ

Artinya, “Aku niat mandi untuk gerhana matahari sunnah karena Allah ta’ala.”

Ketiga, umat Islam disunnahkan untuk tidak mengeraskan bacaan-bacaannya dalam shalat. Sebab, shalat gerhana matahari termasuk bagian shalat yang dikerjakan di siang hari (nahariyah) sehingga dianjurkan untuk memelankan bacaan shalatnya.

Keempat, jika dilakukan secara berjamaah, maka disunnahkan bagi imam untuk berkhutbah, sebagaimana khutbah shalat Jumat. Namun bedanya, khutbah shalat gerhana matahari ini dilaksanakan setelah shalat, bukan sebelumnya.

Dalam hal ini, hendaklah bagi khatib untuk memotivasi para jamaah untuk melaksanakan kebaikan, berupa taubat, sedekah, dan kebaikan lainnya, serta mengajak untuk meninggalkan kemaksiatan dan segala kejelekan lainnya. Anjuran khutbah ini tidak berlaku bagi orang yang melakukan shalat gerhana secara sendiri.

Kelima, disunnahkan untuk tidak dilakukan secara berjamaah apabila terjadi gempa, petir yang menakutkan, dan angin kencang.

 

Komentar