Harga Gabah Naik, Petani Bogor Cuan

RASIOO.id – Gagal panen akibat kemarau panjang dan fenomena el nino tak melulu membawa cerita nestapa. Bagi sejumlah petani, kondisi tersebut justru membawa berkah tersendiri. Harga beras di pasaran melonjak dan membawa keuntungan bagi petani. Harga gabah kering naik, petani cuan alias untung.

 

Kondisi ini antara lain terjadi di Kabupaten Bogor. Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura Dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengungkapkan bahwa petani padi di daerahnya menuai berkah dari kenaikan harga beras.

“Jadi untuk petani itu berkah. Karena baru sekarang merasakan kembali ke harga yang sebenarnya,” ungkap Pelaksana tugas (Plt) Kepala Distanhorbun Kabupaten Bogor Tatang Mulyadi di Cibinong, Bogor, Rabu 18 Oktober 2023.

Ia memaparkan, saat ini petani di Kabupaten Bogor menjual gabah kering giling (GKG) dengan kisaran nilai Rp8.500 per kilogram. Sebelum mengalami kenaikan harga, harga jual tertingginya yaitu Rp5.000 per kilogram.

Harga beras di Kabupaten Bogor saat ini sekitar Rp10.000 hingga Rp13.000. Sebelum mengalami kenaikan, harganya kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000.

Tatang menyebutkan harga beras mengalami kenaikan secara nasional. Khusus di Kabupaten Bogor, kenaikannya terjadi sejak Maret 2023 dan harganya kian melejit saat memasuki Juni-Juli 2023.

“Puncaknya Juni-Juli. Insha Allah kalau musim hujan lagi (harganya turun). sekarang mereka (petani) lagi menanam juga walaupun terdampak kekerinigan,” ungkap Tatang.

Baca Juga : 27 Hektare Padi di Kabupaten Bogor Gagal Panen, Iwan Setiawan Minta Warga Makan Singkong

Dalam setahun, 36.000 hektare sawah yang ada di Kabupaten Bogor mampu menghasilkan sekitar 180.000 ton beras setiap satu kali panen dan sekitar 450.000 ton beras dalam setahun.

“Kita setahun itu dari 36 ribu hektare se-Kabupaten Bogor dikalikan 5 ton per hektarnya, dan 2,5 kali panen dalam setahun,” terangnya.

Namun, kata dia, jumlah produksi beras di Kabupaten Bogor baru mampu memenuhi sekitar 40 persen kebutuhan warganya yang tercatat mencapai 5,6 juta jiwa. Sehingga Pemerintah Kabupaten Bogor menambah pasokan beras dari luar daerah.

 

 

Simak rasioo.id di Google News

Komentar