Di Bogor Ketersediaan Beras Langka dan Mahal di Pasaran

RASIOO.id – Warga Kota dan Kabupaten Bogor keluhkan mahalnya harga beras. Selain harga, warga juga mengeluhkan beberapa merk beras saat ini ketersediaannya langka di pasaran.

Salah satu warga Kota Bogor, Sasa menyebut, beras yang biasa dikonsumsi oleh keluarganya seketika sulit dicari di pasaran.

“Biasa beli beras Sumo. Terakhir beli beras bulan lalu, tapi sekarang barangnya susah di pasaran,” ucap gadis berusia 25 tahun ini, Selasa 20 Febuari 2024.

Jika melihat di E-commerce, kata Sasa, beras dengan merk sumo masih di kisaran harga yang sama, yaitu Rp 95 ribu untuk 5 Kilogram (Kg)nya.

“Kalo dicek di e-commerce, harga beras Sumo bulan lalu sama bulan sekarang masih sama Rp 95 ribu per 5 Kg,” singkatnya.

Baca Juga : Majelis Pengajian Emak-Emak Muda Kopro Iuran Beras untuk Janda

Harga beras pun di mengalami kenaikan harga di sejumlah wilayah di Indonesia. Naiknya harga beras ini pun berdampak pada rumah tangga hingga warung penjual nasi.

Di lokasi terpisah, salah satu warga Kabupaten Bogor, Devi mengaku cukup resah dengan kenaikan harga beras yang cukup signifikan ini.

Akibat naiknya harga beras, Devi mengaku, mesti menyesuaikan anggaran belanja untuk mencukupi ketersediaan beras di rumahnya.

“Iya sekarang harga beras naik, mau gak mau tapi harus tetap beli juga kan. Jadi paling saya kurangi aja, misal sehari 2 liter, sekarang dikurangi,” tutur gadis berusia 24 tahun ini.

Sementara itu, salah satu pedagang beras di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Faizul (27) menyebut, kenaikan harga beras yang terjadi di Kabupaten Bogor terjadi sejak Desember 2023.

Menurut Faizul, pada akhir tahun 2023, kenaikan harga beras di pasaran tidak terlalu signifikan, hanya Rp 300 untuk setiap liternya. Sejak menginjak tahun 2024, kenaikan harganya menggila, yaitu mencapai ribuan rupiah.

“(Penyebab kenaikan harga) kurang tau, mungkin kemarin lagi pemilu, dulu kemarau, orang kan engga ke sawah untuk nanam padi,” ucapnya.

Faizul merinci perbandingan beras di tahun 2023 dan awal tahun 2024 ini. Yang mana, untuk beras pulen yang biasanya Rp 12 ribu per liternya, kini telah menginjak angka Rp 15 ribu untuk satu liter.

“Sedangkan untuk beras pera mengalami kenaikan Rp 1 ribu untuk setiap liternya, dari Rp 13 ribu sekarang Rp 14 ribu satu liter,” ucapnya.

Lebih lanjut, Faizul menyebut, semua beras di grosirnya menaiki kenaikan harga, dengan harga termurah Rp 14 ribu.

Untuk itungan harga jual setiap karung, grosir beras ini menjual dengan harga Rp 820 ribu untuk karung beras dengan ukuran 50 kilogram.

“Satu karung beras dengan ukuran 20 kg itu Rp 330 ribu, yang tadinya Rp 280, ukuran 10 kg itu dari Rp 120 ribu jadi 170 ribu dan yang ukuran 5 kg jadi Rp 88 ribu, tadinya cuma Rp 60 ribu,” paparnya.

Naiknya harga beras ini membuat omset penjualan sejumlah pedagang berkurang.

“Karena harga beras lagi mahal jadi orang engga mampu beli banyak, paling belinya satu atau dua liter, sehari (yang terjual) kadang cuma 2-3 karung,” pungkasnya.

 

Komentar