RASIOO.id – Masalah lalu lintas truk angkutan bahan tambang di Jalan Garuda dan Jalan Ir Juanda, Kelurahan Batusari, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang yang mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya menjadi sorotan kalangan muda yang berhimpun di Majelis Milenial Gen Z Kota Tangerang.
Bersama sejumlah organisasi masyarakat (ormas), Majelis Milenial Gen Z Kota Tangerang membawa persoalan yang dianggap serius tersebut ke dalam forum diskusi. Diskusi bertajuk “Urgensi dan Solusi Lalu lintas Kota Tangerang” tersebut digelar di Gedung Community Centre (Comcen) PAP II, Bandara Soekarno-Hatta. Sekitar 7 perwakilan ormas hadir di forum tersebut.
Sekretaris Umum Majelis Milenial Gen Z Kota Tangerang, Ahmad Ripai menjelaskan, diskusi ini untuk mencari solusi tanpa menyudutkan pihak manapun.
“Sengaja Kami mengundang beberapa pimpinan ormas di lingkungan Batusari untuk bermusyawarah mengenai lalu lintas terutama yang sangat terdampak yaitu dapil 2 meliputi kecamatan Batuceper, Neglasari, dan Benda,” kata dia, Rabu 13 Desember 2023.
“Kita mencari solusi terbaik untuk persoalan lalulintas di Kota Tangerang, khususnya daerah kami,” tegas dia.
Baca Juga : Marah Warganya Tewas Terlindas, Warga Batusari Kota Tangerang Larang Truk Tambang Lintasi Jalan Djuanda
Majelis Milenial Gen Z Kota Tangerang mengundang Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Tangerang ke forum diskusi tersebut. Namun, sayangnya, Kadishub tidak hadir dengan alasan ada kegiatan dinas di Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Dia juga tidak mengutus perwakilan untuk menghadiri diskusi tersebut.
Selain Kadishub, panitia juga mengundang Ketua DPRD Kota Tangerang, Gatot Wibowo. Sayangnya, Gatot juga tidak hadir.
Meski tanpa kehadiran para pejabat penting di Kota Tangerang, diskusi menyoal lalu lintas itu tetap berjalan. Ahmad Ripai mengatakan, dialog ini menjadi ajang untuk menampung segala masukan dari pimpinan-pimpinan ormas, ihwal mobil dump truk pengangkut tanah yang telah memakan korban jiwa.
Dia berharap, diskusi mencari solusi itu dapat menemukan benang merah agar masalah keamanan dan kenyamamanan lalu lintas di Jalan Garuda dan Jalan Ir Juanda bisa terselesaikan tanpa mendiskreditkan pihak manapun.
“Menyoal kasus ini kami tetap mengkaji secara undang-undang dan aturan yang berlaku untuk mendorong penegakan hukum dan mengharapkan atensi dari instansi pemerintah terkait,” kata dia.
Diskusi berlangsung cukup hangat. Para peserta diskusi menyampaikan, harus ada tindaklanjut dari hasil diskusi ini dengan audiensi dengan instansi terkait maupun aksi.
Dari 7 ormas yang hadir untuk merumuskan menjadi 1 aliansi menyampaikan langsung dan membuat rekomendasi poin-poin penting demi kemaslahatan.
“Kita rumuskan poin-poin sebagai bentuk rekomendasi ke dishub, Polsek, dan walikota,” jelasnya.
Simak rasioo.id di Google News















Komentar