RASIOO.id – Politisi Muda Partai Golkar, Ravindra Airlangga mengaku terkesan atas perhatian Prabowo Subianto terhadap generasi muda. Menurut dia, Capres nomor urut 2 tersebut, bukan hanya membuka kesempatan anak muda dalam kepemimpinan nasional tapi juga mempersiapkan generasi hari ini agar siap menghadapi tantangan zaman di masa mendatang.
“Dengan memilih Mas Gibran sebagai cawapres, itu bukti sangat nyata bahwa pak Prabowo menaruh perhatian besar terhadap anak muda di kepemimpinan nasional,” kata Ravindra, usai mengikuti kegiatan di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu 6 Januari 2024.
Baca Juga : Minta 90 Persen Suara di Kabupaten Bogor, Prabowo: Saya ini orang Bogor
Prabowo, kata Ravindra, menyebut dirinya sebagai “generasi jembatan”. Pernyataan ini, menegaskan bahwa Menteri Pertahanan tersebut memiliki visi jauh kedepan atas kepemimpinan nasional. Bonus demografi dan cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045, memerlukan keterlibatan aktif generasi muda.
“Dan melalui debat cawapres yang lalu, Mas Gibran sebagai representasi kalangan muda juga menunjukan kualitasnya. Mas Gibran menguasai isu-isu krusial yang dihadapi bangsa ini sekaligus menawarkan solusi yang konkrit,” cetus Ravindra yang juga Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Golkar.
Karena itu, Ravindra menilai pasangan Prabowo-Gibran adalah harapan besar bangsa ini. Keduanya membawa ide dan gagasan keberlanjutan dan penyempurnaan pembangunan yang pondasinya sudah semakin kokoh di era kepimpinan Presiden Joko Widodo.
“Prabowo-Gibran mewakili lintas generasi dengan membawa ide dan program konkrit untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara maju,” kata Caleg DPR RI Partai Golkar di Dapil Jawa Barat V Kabupaten Bogor tersebut.
Kata Ravindra, perhatian Prabowo-Gibran menghadapi bonus demografi ditunjukan dengan peningkatan kualitas manusia Indonesia hari ini dan yang akan datang.
Salah satunya, kata dia, melalui Program Makan Siang Gratis (PMSG) dan minum susu gratis untuk semua murid di sekolah (SD, SMP, SMA), di pesantren, anak-anak balita, dan bantuan gizi untuk ibu hamil. Program ini menargetkan 80 juta penerima manfaat dengan cakupan 100% pada tahun 2029.
“Lalu mengapa PMSG ini menjadi sangat penting? Karena, secara nasional, berdasarkan Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kemenkes tahun 2022, terdapat beberapa poin terkait gizi anak yang bisa menjadi sorotan dan PMSG bisa berperan penting, untuk mengentaskan stunting/ tengkes nasional,” kata dia.
Tahun 2022, tambah Ravindra, angka stunting/tengkes Indonesia masih di angka 21,6% atau setara 4.558.899 anak. Angka stunting ini perlu turun 3,8% setiap tahunnya untuk mencapai target 14% pada 2024.
Selain itu, permasalahan gizi pada anak meningkat di tahun 2022, yakni, Wasted (refers to a child who is too thin for his or her height and is the result of recent rapid weight loss or the failure to gain weight) meningkat 0,6% menjadi 7,7 dibandingkan tahun 2021 yakni 7,1. Underweight meningkat 0,1% menjadi 17,1 dibandingkan tahun 2021 yakni 17,0
“Jika kita melihat data dengan ruang lingkup lebih kecil, kita bisa melihat data bahwa jumlah anak balita di Kabupaten Bogor yang mengalami tengkes pada tahun 2022 adalah 16.000 anak, atau 4,78% dari total populasi balita di kabupaten tersebut. Angka ini turun dari tahun sebelumnya, yaitu 9,98%,” paparnya.
Ravindra juga menyebut, data Dinkes Kabupaten Bogor, pada tahun 2020, angka tengkes di Kabupaten Bogor bahkan lebih tinggi, yaitu 12,69%. Namun, pada tahun 2023, angka tengkes di kabupaten ini turun signifikan menjadi 1,59%.
“PMSG yang menyediakan makanan bergizi bagi anak dengan mengutamakan ketersediaan protein, dapat berperan penting untuk mengurangi angka tengkes di Indonesia,” tandas Ravindra.
Simak rasioo.id di Google News














Komentar