RASIOO.id – Kecamatan Neglasari, Batuceper, dan Benda di Kota Tangerang diramaikan oleh gelombang protes warga terkait polemik lalu lintas truk tambang. Situasi ini memunculkan kekhawatiran akan terjadinya konflik sosial, karena seringkali diikuti oleh kecelakaan dengan korban meninggal dunia.
Warga di ketiga kecamatan tersebut bersatu untuk meminta solusi konkrit dari Pemerintah Kota Tangerang. Mereka menilai bahwa keberadaan truk tambang menjadi ancaman serius terhadap keselamatan dan keamanan lingkungan mereka. Tuntutan agar Pemkot Tangerang segera mengambil tindakan preventif dan penyelesaian masalah secara menyeluruh pun semakin berkumandang.
Merespons hal tersebut, Pj Wali Kota Tangerang, Nurdin, memberikan tanggapan atas protes warga. Dalam pernyataannya, Nurdin menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan segera. Ia berjanji akan berkoordinasi erat dengan pihak kepolisian guna mengimplementasikan langkah-langkah yang dapat mengurangi risiko kecelakaan di kawasan tersebut.
“Untuk masalah lalu lintas kita akan lakukan penegakan sebagaimana yang pernah kita lakukan dengan berkoordinasi lintas sektor terutama pihak kepolisian yang memang punya kewenangan penegakan pelanggaran lalu lintas,” ujar Nurdin kepada rasioo.di, Selasa 9 Januari 2024.
Kegiatan koordinasi dan penegakan aturan, kata dia, akan terus dilanjutkan. Adapun, untuk persoalan truk angkutan tambang yang melintas, Pemkot Tangerang juga akan mengajak pihak perusahaan terkait untuk berdiskusi.
“Kami membangun komunikasi dengan pemilik perusahaan,” imbuh dia.
Baca Juga : Ketua Majelis Milenial Gen Z Kota Tangerang Minta Pj Wali Kota Selesaikan Polemik Lalu Lintas Truk Tambang
Masyarakat berharap agar pemkot Tangerang dapat memberikan solusi yang efektif dan mengedepankan keselamatan serta kenyamanan warga. Proses dialog dan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang tepat guna menanggulangi permasalahan ini.















Komentar