Semester Genap, SDN Sukamanah 2 Jonggol Kebanjiran

 

RASIOO.id – Dua hari Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) semester genap dilakukan, dalam dua hari itu pula SDN Sukamanah 2 selalu kebanjiran.

Semester genap yang jatuh pada awal tahun atau di musim penghujan, membuat para siswa dan siswi di SDN Sukamanah 2 yang terletak di Desa Sukamanah, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor tak nyaman.

Pasalnya, bila hujan tiba, dasar sekolah yang berada di bawah bahu jalan serta sawah ini selalu kebanjiran.

Sekolah yang semestinya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak menganyam pendidikan serta menggapai cita-citanya, nampaknya tidak dapat dirasakan oleh siswa-siswi SDN Sukamanah 2 di semester genap ini.

Jangankan untuk belajar dengan aman dan nyaman, di semester genap ini, setiap kali masuk kelas dan akan mulai belajar, 230 siswa-siswi di sekolah ini musti membersihkan kelas terlebih dahulu lantaran kerap kali tergenang banjir bilamana hujan tiba.

Mengepel menjadi salah satu kegiatan tambahan yang harus dilakukan oleh ratusan siswa SDN Sukamanah 2 ini.

Salah seorang guru SDN Sukamanah 2, Ade Siti Humaeroh menyebut, banjir yang melanda tempatnya mengajar tersebut, memang kerap kali dilanda banjir bilamana hujan tiba, bahkan sejak bertahun-tahun lamanya.

Sejak awal KBM semester genap, atau awal tahun 2024 ini, selama dua hari KBM digelar para siswa dan guru selalu mengepel lantai sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

“(Pagi ini) masih tergenang, kalo lagi ujan deras (genangan air) lebih dari lutut orang dewasa” kata Ade Siti Humaeroh melalui panggilan telepon, Selasa 9 Januari 2024.

 

Baca Juga : Pemkot Bogor Bakal Pakai BTT untuk Perbaiki Atap SDN Polisi 1 yang Ambruk Diterjang Puting Beliung

 

Setelah membersihkan kelas agar nyaman digunakan, para siswa dan siswi di sekolah ini pun mulai melakukan kegiatan belajar sembari kelelahan lantaran harus mengepel terlebih dahulu.

Padahal, kata Ade Siti, pada beberapa tahun lalu jika terjadi banjir di sekolah tersebut, air akan cepat surut dan para siswa tak perlu becek-becekan untuk sampai ke kelasnya masing-masing.

Ade Siti Humaeroh menyebut, sekolah yang kerap tergenang banjir tersebut lantaran posisi lantai dasar sekolah yang berada di bawah jalan dan juga sawah.

“Ya karena posisi bangunannya di bawah jalan raya, got juga masih di atas lapangan,” terangnya.

Bahkan, kata Ade Siti, 4 ruang yang berada di SDN Sukamanah 2 ini mengeluarkan air dari bawah lantai.

Air ini keluar, karena lantai 4 ruang kelas tersebut lebih rendah dibanding persawahan, sehingga air dari persawahan pun merembes dan membasahi lantai kelas setiap harinya.

“Ya terganggu, sangat terganggu. Apalagi yang satu lokal itu air masih ngalir dari bawah, dari keramik, jadi kaya ada mata air,” ucapnya.

Bahkan, karena seringnya air keluar dari dasar lantai, membuat lantai di 4 kelas tersebut pun mudah pecah bila diinjak oleh kaki.

Kendati lantai kelas tersebut telah menggelembung, mudah pecah dan selalu mengeluarkan air dari bawah lantainya, tapi 4 ruang kelas tersebut hingga saat ini masih digunakan.

“Masih digunakan, walaupun anak tetep belajar tapi dibawahnya air,” ujar Ade Siti.

Kondisi ini, tambah Ade Siti, telah diketahui oleh pihak terkait. “ari pihak terkait sarpras, disdik dan Kecamatan udah tau, cuma lagi proses kali ya,” Pungkasnya.

 

 

Simak rasioo.id di Google News

Komentar

Rekomendasi Untuk Anda