RASIOO.id – Wakil Walikota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan, saat ini Kota Bogor sebagai kota pintar atau Smart City terus melakukan upaya pengembangan melalui enam aspek atau indikator penerapan Smart City.
Keenam aspek Smart City yakni Smart Economy, Smart Environment, Smart Living, Smart Mobility, Smart People, Smart Government.
“Bersamaan dengan Smart City, Kota Bogor juga memiliki konsep Green City dan Heritage City yang ketiganya berjalan beriringan,” kata Dedie Rachim dalam rilisnya, Minggu, 28 Januari 2024.
Smart City pada aspek Mobility, yang sinkron dengan konsep Green City adalah upaya penataan sistem transportasi yang disinergikan dengan tiga proyek strategis nasional di Kota Bogor, yakni Bogor Outer Ring Road (BORR), Double Track Bogor-Sukabumi yang direncanakan akan berlanjut hingga Yogyakarta dan perencanaan Light Rail Transit (LRT) hingga Kota Bogor.
“Dari tiga proyek strategis nasional ini Kota Bogor harus antisipasi untuk jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang,” ucap Dedie.
“Kita sinergikan proyek strategis nasional ini dengan transportasi modern baru efisien yang namanya trem,” tambahnya saat menjadi keynote speaker diskusi publik Smart City Talk.
Dengan konsep itu, lanjut Dedie Rachim, pola mobilty masyarakat akan sejalan dengan konsep Smart City yang juga masuk ke dalam Smart People.
Selanjutnya, Smart City yang berkaitan dengan aspek Smart Environment yang sejalan dengan Green City dan Heritage City, yakni rencana pemindahan kantor pemerintahan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.
Karena, lanjut Dedie, dalam mendukung Green City yang berkenaan juga dengan Smart City untuk mengurangi beban mobilitas di tengah kota, ke depan pusat kota harus juga steril dari bahan bakar fosil.
“Artinya kita punya modalitas untuk mewujudkan Smart City, Green City dan Heritage City dengan menyelamatkan lingkar Istana Bogor,” ujarnya.
Sehingga lanjut Dedie, pusat kota Bogor bisa terbebas dari kendaraan yang menggunakan bahan bakar fosil. Karena dari situ konsepnya adalah memindahkan 21 OPD ke Katulampa.
“Ini konsep mungkin belum dinikmati di angkatan kita, mungkin nanti, ya tapi kalau kita tidak mulai konsep Smart City ini,”beber Dedie.
“Bagaimana kita mau mewujudkan aspek mobility tadi itu, belum lagi aspek smart living dan sebagainya. Jadi semuanya harus dimulai dari satu hal yang tidak mudah dilakukan,” katanya.
Di sisi lain, pada aspek Smart Government Kota Bogor pun sudah menciptakan berbagai aplikasi untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat dan melakukan efisiensi.
Saat ini, Kota Bogor juga memiliki Mal Pelayanan Publik yang melayani 141 layanan yang bisa diakses oleh masyarakat.
Simak rasioo.id di Google News















Komentar