Tokoh PPP Tak Hadiri Kampanye Ganjar di Stadion Pakansari Cibinong, Ada Apa?

RASIOO.id – Kampanye akbar Calon Presiden nomor urut 03 Ganjar Pranowo di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat tanpa dihadiri tokoh dari PPP. Massa Partai berlambang Kakbah itu pun juga tak nampak di antara kerumunan peserta yang memadati Stadion kebanggan warga Kabupaten Bogor itu.

Pantauan rasioo.id, di panggung utama sejumlah tokoh PDI Perjuangan baik pusat maupun daerah hadir. Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Adang dan Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo hadir dan turut menyampaikan orasi.

Sementara Plt Ketua Umum PPP, Margiono tak nampak hadir di atas panggung. Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PPP, Sandiaga Salahudin Uno juga tidak hadir.

Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor, Elly Yasin yang juga Caleg DPR RI dari dapil Kabupaten Bogor  juga tidak nampak. Bahkan suaminya, Rachmat Yasin yang merupakan mantan Bupati Bogor dua periode juga tidak meramaikan acara bertajuk Hajatan Rakyat Cibinong itu.

RY dan istrinya terpantau Kampanye di Desa Selawangi, Kecamatan Tanjungsari.

Seperti diketahui, Calon Presiden (Capres) nomor urut 03 Ganjar Pranowo menggelar kampanye akbar di Stadion Pakansari, Cibinong, Jum’at 9 Februari 2024.

Dalam kesemoatan itu, Ganjar menyampaikan sejumlah program unggulan termasuk menolak program makan siang gratis yang digagas pasangan calon (Paslon) Prabowo-Gibran.

“Kemarin kami berdebat, kalo ada yang nanya kepada saya ‘apakah pak Ganjar setuju makan siang gratis ?’,” ucap Ganjar di depan ribuan pendukungnya, Jum’at 9 Februari 2024.

Baca Juga : Kampanye Ganjar, Lalu Lintas Sekitar Pakansari Macet Parah

Merespon hal tersebut, ribuan pendukung Ganjar-mahfud yang menghadiri acara hajatan rakyat pun bersorak menolak program makan siang gratis tersebut.

Mendapat respon tersebut, Ganjar pun terkejut dan mempertanyakan pernyataan para pendukungnya.

“Oh kamu gak Setuju? Makan siang gratis kemaren mau dipakai sebagai penurunan stunting, ya kita gak setuju, kenapa? Itu keliru,” tegas Ganjar.

Dalam kampanye yang digelar di Kabupaten Bogor yang notabene sebagai basis terbesar Prabowo Subianto, Ganjar menyebut program makan siang gratis untuk menurunkan angka stunting adalah hal yang keliru.

“Stunting itu ditangani sejak ibu hamil, 1.000 hari kehidupan pertama dan anak harus dikasih Asi,” ucap Ganjar.

Baca Juga : Di Kandang Prabowo, Ganjar Tolak Program Makan Siang Gratis

Jika penanganan stunting dilakukan pada 1.000 hari pertama kehidupan, Ganjar menyatakan sikap persetujuannya.

“Kalau 1.000 hari pertama mau diintervensi silahkan, tapi yang lain maaf, sepertinya keliru,” paparnya.

Oleh sebab itu, lanjut Ganjar, untuk menangani kasus stunting dan menjaga kesehatan masyarakat, diperlukan fasilitas kesehatan (faskes) dan tenaga kesehatan (nakes) di setiap desanya.

“Maka kita ingin kesehatan itu dimulai dari kita sendiri (dengan langkah preventif) olahraga, hidup bersih, baru kalau kemudian sakit kita bawa ke dokter. Maka setiap Desa perlu, satu desa satu faskes satu nakes,” pungkasnya.

 

 

Simak rasioo.id di Google News

Komentar