Ini Alasan BRIN Tutup Akses Serpong-Parung yang Diprotes Warga Perbatasan Tangsel dan Bogor

 

RASIOO.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjelaskan alasan di balik penutupan jalan akses Serpong-Parung, yaitu untuk meningkatkan kegiatan riset di kawasan tersebut. Mereka mengklaim telah menyediakan jalur pengganti bagi masyarakat, meskipun protes dari sebagian warga terjadi.

Plt. Deputi Infrastruktur Riset dan Inovasi BRIN, Yan Rianto, menjelaskan bahwa kawasan Sains dan Teknologi (KST) B.J Habibie telah ditetapkan sebagai objek vital nasional dengan banyak fasilitas pendukung untuk riset. Penutupan jalan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kegiatan riset di kawasan tersebut.

“Di kawasan ini terdapat banyak fasilitas pendukung untuk kegiatan riset yang dilakukan oleh para periset dari internal dan eksternal BRIN. Oleh karena itu, pengamanan di kawasan tersebut perlu mendapatkan perhatian yang serius,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu 20 April 2024.

Baca Juga: Warga Muncul vs BRIN Soal Penutupan Jalan, LBH GP Ansor Tangsel Bela Warga

Selain itu, Rianto juga menyebut bahwa pemanfaatan lahan untuk jalan terusan tersebut dilakukan tanpa izin pinjam pakai, yang telah menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sejak tahun 2017.
“Sejak 2022, BRIN telah berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Barat dan Banten untuk pengalihan ke jalan lingkar baru yang dibangun oleh BRIN sebagai pengganti, sekaligus menyelesaikan masalah administrasi terkait penggunaan tanah negara tanpa izin pinjam pakai yang telah terjadi selama belasan tahun,” kata dia.

Rencana penutupan jalan oleh BRIN memunculkan diprotes warga dari perbatasan Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Bogor. Mereka juga dua kali menggelar aksi agar jalan tersebut tidak ditutup.

 

Warga menilai penutupan jalan ini akan berdampak bagi roda perekonomian mereka dan akses bagi pelajar untuk menuju ke sejumlah sekolah.

 

 

Simak rasioo.id di Google News

Komentar