RASIOO.id – Dr. Aep Saepudin Muhtar alias Gus Udin resmi mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Bupati Bogor lewat partai PKB untuk berkontestasi di Pilkada Kabupaten Bogor November 2024 mendatang.
“Hari ini saya secara resmi mendaftar sebagai Bakal Calon Bupati dari partai PKB,” kata Gus Udin usai menyerahkan formulir pendaftaran di DPC PKB Kabupaten Bogor, Rabu 1 Mei 2024.
Gus Udin menyampaikan bahwa dirinya menjadikan PKB sebagai partai pertama untuk menjembatani dalam berkontestasi di Pilkada Kabupaten Bogor.
Ia menyebut, PKB memiliki kedekatan emosional dengan latar belakang dirinya dalam berorganisasi. Gus Udin mengaku, Nahdlatul Ulam (NU) dengan PKB memiliki historis yang tidak bisa dipisahkan.
“Pertama secara historis saya punya kedekatan emosional dengan PKB. Tentunya sebagai pengurus NU ketika di Malaysia juga saya bersentuhan dengan teman-teman PKB. Yang kedua hari ini juga saya sebagai wakil ketua PCNU Kabupaten Bogor,” papar dia.
Baca Juga: PKB Terima Silaturahmi Partai Golkar, Bahas kerjasama politik di Pilkada 2024
Gus Udin menyampaikan bahwa NU dan PKB memiliki ideologi yang sama. Sehingga, Gus Udin menjadikan PKB sebagai partai pertama dalam menempuh kontestasi Pilkada.
“Tentunya, secara ideologi, NU dan PKB satu ideologi. Sehingga alasan itu lah kenapa saya pertama kali mendaftarkan di PKB, tidak di partai yang lain,” jelasnya.
Selain itu, Gus Udin menyampaikan bahwa raihan suara sebagai Calon DPD RI perwakilan Jawa Barat kemarin, menjadi tolak ukur dirinya untuk berani maju di Pilkada Kabupaten Bogor.
“Berbekal suara kemarin, 650.000 suara, secara elektoral tentunya sudah ada alat terukur sebagai tolak ukur di dalam setiap kontestasi elektoral. Makanya 650.000 saya kira ini sebagai bekal kenapa saya ikut berkontestasi di Pilkada 2024,” jelasnya.
Sementara, Ketua DPC PKB Kabupaten Bogor, Edwin Sumarga memaparkan bahwa PKB terbuka lebar untuk siapapun yang ingin mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Bupati. Kendati demikian, tolak ukur dipilh atau tidaknya para Bakal Calon itu merupakan hak preogratif DPP PKB.
Namun, ia mengingatkan kepada setiap calon bahwa popularitas dan gagasan para calon menjadi salah satu tolak ukur yang akan dinilai DPP PKB.
“Nanti ada parameter dan ukuran, toh yang menentukan itu DPP bukan kita. Kita hanya sebagai jembatan saya. Itu ada parameter salah satunya survei, makanya saya sarankan Gus udin untuk mulai menaikan popularitas. Toh beliau ini sudah populer,” papar dia.
“(Kriteria calon Bupati PKB?) Salah satunya yang punya Gagasan, gampang kalau sekedar mencalonkan, tapi kalau kosong dari Gagasan bahaya. Saya sampaikan ke beliau (Gus Udin), saya yakin sudah ada nanti dirumuskan. Gagasan yang bisa dirasakan betul oleh masyarakat,” tutup dia.
Simak rasioo.id di Google News













Komentar