RASIOO.id – Pengamat Politik dari UPI Kampus Serang, Encep Supriatna berpandangan kontestasi Pemilihan Kepala Daerah itu berbeda dengan Pilpres dan Pileg. Menurut dia, dalam Pilkada kandidasi atau ketokohan lebih ditonjolkan, makanya partai-partai tidak melulu mengusung calon dari internalnya melainkan mengusung sosok tokoh yang sudah dikenal sepak terjangnya.
“Memang dalam kontestasi Pilkada yang ditonjolkan adalah ketokohan, pun partai-partai tidak akan mencalonkan dari internal partai yang tidak memiliki ketenaran, ketokohan, dan juga elektabilitas tinggi. Pasti akan mencari sosok dari partai lain atau luar partai (tokoh masyarakat),” jelasnya pada Kamis, 2 Mei 2024.
Baca Juga: PSI dan Golkar Jajaki Koalisi Hadapi Pilkada Serentak 2024 di Banten
Konon, Encep melanjutkan, yang juga tidak kalah penting bagi kandidat yang akan maju kontestasi adalah isi tas (logistik/akomodasi).
“Tokoh yang dinilai mampu secara logistik Airin karena berasal dari keluarga besar H. Hasan Sohib dan partai Golkar, tetapi tidak menutup kemungkinan juga tokoh lain seperti WH (Wahidin Halim) bisa menjadi pesaingnya,” kata dia.
“Karena dalam politik akan ada bohir-bohir politik yang bermunculan dengan berbagai kontrak politiknya,” tambahnya.
Simak rasioo.id di Google News











Komentar