PDI-P Soroti Anomali Perolehan Suara Pilkada Banten 2024, Diduga Ada Intervensi

 

RASIOO.id – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) mengungkapkan adanya dugaan anomali dalam perolehan suara Pilkada serentak 2024, khususnya di Provinsi Banten. Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal PDI-P, Hasto Kristiyanto, yang merespons hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei dan penghitungan internal partai.

Menurut Hasto, hasil hitung cepat Pilkada Banten 2024 menunjukkan hasil yang jauh berbeda dari survei sebelumnya, terutama untuk pasangan calon yang diusung PDI-P, Airin Rachmi Diany-Ade Sumardi.

“Alhamdulillah, Pilkada berjalan lancar. Namun, di beberapa wilayah, termasuk Banten, kami mencatat adanya anomali yang disebabkan pengerahan kekuasaan dan kehadiran entitas yang berperan seperti partai politik, padahal bukan. Ini sangat mengejutkan,” ujar Hasto di kediaman Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri, di Kebagusan, Jakarta Selatan, Rabu 27 November 2024.

Baca Juga : Partisipasi Pemilih di TPS Prabowo Cuma 69,24 Persen Jauh Dari Target KPU Bogor 85 Persen

Hasto menyoroti hasil hitung cepat yang berbeda signifikan dengan survei internal partai. Ia mengungkapkan bahwa hasil exit poll dan quick count menunjukkan berbagai kejanggalan.

“Hasil ini sangat berbeda dari survei internal kami beberapa hari terakhir. Kami mencatat adanya sejumlah keanehan dari hasil exit poll dan quick count,” jelasnya.

Hasto menduga bahwa anomali ini terkait upaya intervensi terhadap pendukung Airin-Ade, termasuk pengadangan dan intimidasi di lapangan.

“Selama 2-3 hari terakhir, pasangan kami mengalami berbagai pengadangan dan tekanan. Hal ini jelas membatasi gerak mereka dalam menggalang dukungan,” kata Hasto.

Hasil Quick Count dan Langkah Selanjutnya

Menurut data sementara quick count hingga pukul 18.58 WIB, pasangan Airin-Ade memperoleh 42,35 persen suara, sedangkan pasangan Andra Soni-Dimyati Natakusumah unggul dengan 58,45 persen suara.

Hasil ini diperoleh dari 97,67 persen data yang masuk dalam survei Charta Politika, menggunakan metode stratified random sampling dengan margin of error sebesar 1 persen. Survei ini melibatkan 300 TPS dengan pendanaan sepenuhnya berasal dari Charta Politika Indonesia.

Hasto menegaskan bahwa PDI-P tetap berpegang pada hasil resmi yang akan dirilis Komisi Pemilihan Umum (KPU) setelah proses rekapitulasi manual selesai. Ia juga meminta para pendukung dan kader PDI-P untuk mengawal proses penghitungan suara.

“Kami meminta semua simpatisan dan masyarakat di Banten untuk mengawal penghitungan suara secara cermat hingga akhir, demi memastikan integritas hasil Pilkada,” kata Hasto.

Sesuai jadwal, KPU akan melakukan rekapitulasi suara secara berjenjang mulai Rabu 27 November 2024 hingga Senin 16 Desember 2024. Hasil resmi Pilkada Banten 2024 akan diumumkan setelah proses rekapitulasi manual selesai.

Meskipun hasil quick count memberikan gambaran awal, Hasto menegaskan pentingnya menunggu hasil akhir dari KPU sebagai rujukan resmi. “Kita tetap berpegang pada prinsip demokrasi yang transparan dan akuntabel,” pungkasnya.

 

 

 

Simak rasioo.id di Google News

Komentar