Pamong Walagri Bantu ASN Kota Bogor Tingkatkan Produktivitas

 

RASIOO.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) meluncurkan inovasi Pamong Walagri pada Rabu pagi. Acara ini berlangsung di Aula Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Jalan Raya Pajajaran, dan diresmikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah.

Pamong Walagri adalah sebuah inovasi untuk deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) dan kesehatan jiwa bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Bogor. Keunggulan dari inovasi ini adalah hasil pemeriksaan kesehatan yang dapat diakses langsung oleh ASN melalui akun Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) mereka.

“Biasanya, hasil pemeriksaan hanya masuk ke Dinkes saja. Sekarang, hasilnya bisa diakses langsung oleh setiap ASN melalui barcode di akun SIMPEG mereka. Jadi, mereka bisa mengetahui kondisi kesehatannya, seperti kadar kolesterol, dan lain-lain,” ujar Syarifah.

Baca Juga: Komisi III DPRD Ingatkan Pemkot Bogor Tak Gegabah Jalankan Angkot Listrik

Menurut Syarifah, dari sekitar 6.900 ASN di Kota Bogor, baru sekitar 32 persen atau 3 ribuan yang telah melakukan pengecekan kesehatan. Oleh karena itu, ke depan, rekam medis akan menjadi salah satu persyaratan untuk kenaikan pangkat, rotasi, atau mutasi.

“Jika tidak ada rekam medis, maka harus diisi terlebih dahulu. Harapannya, semua kepala OPD bisa mengarahkan agar 100 persen ASN menjalani pemeriksaan kesehatan,” tegasnya.

Syarifah juga menambahkan bahwa Pamong Walagri diharapkan dapat meningkatkan produktivitas ASN dengan mendorong pola hidup sehat.

“Jika kita mengenali kondisi kesehatan sejak dini, kita bisa melakukan pencegahan. Diharapkan semua sehat, sehingga produktivitas bisa meningkat,” tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno, mengungkapkan harapannya agar ASN lebih peduli terhadap kesehatan mereka sendiri dengan melakukan pengecekan rutin.

“Pamong Walagri diharapkan bisa membuat pimpinan OPD memantau kesehatan ASN mereka. Kick off ini dilakukan di Disdik karena mayoritas ASN di Kota Bogor berasal dari lingkup Disdik,” ujar Retno.

Pelaksanaan Pamong Walagri juga dilakukan serentak di Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), dan Setda Kota Bogor. Dalam satu bulan ke depan, Pamong Walagri akan diadakan di semua OPD.

“Ada 10 jenis pemeriksaan yang dilakukan, seperti tekanan darah, kolesterol, deteksi dini kanker, deteksi stres dan kesehatan jiwa, dan lain-lain. Terdapat enam meja pemeriksaan mulai dari pendaftaran hingga edukasi,” tambah Retno.

Dengan kolaborasi ini, diharapkan semua ASN dan pimpinan OPD dapat mengetahui kondisi kesehatannya dan mencegah penyakit tidak menular, sehingga produktivitas dan kinerja ASN dapat meningkat.

 

 

 

Simak rasioo.id di Google News

 

Lihat Komentar