Dua Kelompok Tani Dapat Bantuan Pompa Air, Hery Antasari Dorong Kemandirian Pangan

RASIOO.id – Dua kelompok tani di Kota Bogor menerima hibah bantuan pompa air dari Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Sarana dan Prasarana Pertanian. Bantuan ini diberikan sebagai bagian dari program pompanisasi sawah tadah hujan untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Kelompok Tani Dewasa (KTD) Karya Tani Mandiri di Kelurahan Situ Gede dan Kelompok Tani Subur Makmur di Kelurahan Pasir Jaya adalah penerima bantuan tersebut. Endang, perwakilan dari KTD Karya Tani Mandiri, mengungkapkan optimismenya bahwa bantuan ini akan meningkatkan hasil panen dan indeks penanaman mereka. Sebelumnya, mereka hanya bisa menanam satu hingga dua kali setahun tergantung cuaca.

“Air ada tapi tidak sampai ke sawah kami karena alirannya kecil. Jadi ketika curah hujan tinggi itu yang jadi andalan, tapi jika musim kemarau kami tidak bisa menanam,” ujar Endang setelah menerima bantuan pada Rabu (15/5/2024). Ia berharap dengan adanya pompa air ini, mereka bisa menanam hingga tiga kali setahun, meningkatkan ketersediaan pangan.

Baca Juga: Asmawa Tosepu : Sektor Pertanian Serap Lapangan Kerja Sebanyak 7,6 % di Kabupaten Bogor

Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor, Hery Antasari, bersama Dandim 0606/Kota Bogor Kolonel Inf Fikri Ferdian, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Syarifah Sofiah, secara simbolis menyerahkan hibah bantuan ini di Halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor. Turut hadir Kepala DKPP Kota Bogor Chusnul Rozaki serta unsur wilayah dan TNI-Polri.

Hery Antasari menekankan pentingnya momen ini untuk mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan di Kota Bogor. Menurutnya, dengan mengoptimalkan potensi yang ada, Kota Bogor tidak hanya bergantung pada pemerintah pusat.

“Peningkatan indeks penanaman menjadi dua atau tiga kali setahun bisa dimanfaatkan secara optimal dalam peningkatan produksi dan kapasitas pertanian, khususnya pada tanaman padi,” kata Hery.

Ia juga menjelaskan bahwa pembangunan pertanian untuk kedaulatan pangan adalah prioritas pemerintah dengan tiga parameter utama: kebutuhan pangan ekonomi, kebijakan pangan yang mandiri, dan perlindungan serta kesejahteraan petani. Kolaborasi dengan IPB University dan penerapan teknologi serta inovasi pertanian diharapkan dapat mengatasi keterbatasan lahan pertanian di Kota Bogor.

Dandim 0606/Kota Bogor Kolonel Inf Fikri Ferdian menambahkan bahwa TNI, melalui Kodim 0606/Kota Bogor, akan mendampingi DKPP untuk memastikan bantuan tersebut memberikan dampak positif dan mencapai target peningkatan penanaman.

Kepala DKPP Kota Bogor, Chusnul Rozaki, menjelaskan bahwa pompa air berukuran 6 inci ini mampu mengairi lebih dari 20 hektar lahan sawah, bahkan hingga 100 hektar. DKPP akan mengoptimalkan potensi lahan dan sarana prasarana yang ada serta berencana membuat pusat edukasi peternakan dan pertanian untuk meningkatkan produksi dan inovasi pertanian.

“Dengan arahan Pj Wali Kota, DKPP akan segera mengoptimalkan potensi yang ada serta mengembangkan sarana dan prasarana yang belum dimanfaatkan maksimal,” tutup Chusnul.

 

 

Simak rasioo.id di Google News

Lihat Komentar