Tekan Stunting, Pemkot Bogor Kembangkan Padi Nutrizinc

 

RASIOO.id – Kota Bogor, yang dikenal sebagai kota jasa, pariwisata, dan niaga, ternyata juga memiliki lahan pertanian yang cukup luas. Salah satu inisiatif terbaru Pemkot Bogor adalah mengembangkan padi berkualitas tinggi, yakni padi nutrizinc, untuk meningkatkan ketahanan pangan dan mengatasi masalah stunting.

Secara geografis, Kota Bogor berada di tengah Kabupaten Bogor dan dekat dengan Jakarta. Posisi strategis ini mendukung perkembangan ekonomi dan jasa, serta berbagai sektor lain seperti industri, perdagangan, dan pariwisata.

Meski begitu, Pemkot Bogor tidak mengabaikan sektor pertanian. Bersama IPB University, mereka mengembangkan pertanian modern dan berkelanjutan yang memanfaatkan teknologi canggih seperti hidroponik dan kecerdasan buatan.

Padi nutrizinc, yang ditanam di Kebun Penelitian Tanaman Padi, Kelurahan Pasirjaya, Kecamatan Bogor Barat, telah berhasil dipanen pada Jumat (28/6). Dari lahan seluas 2.000 meter persegi, dihasilkan 1,2 ton gabah.

Camat Bogor Barat, Dudi Fitri Susandi, menjelaskan bahwa penanaman padi ini merupakan hasil kolaborasi dengan BSIP Kementerian Pertanian untuk menangani stunting.

“Padi nutrizinc memiliki kandungan nutrisi zinc yang tinggi, sehingga sangat bermanfaat dalam penanganan stunting,” kata Dudi.

Baca Juga: Hasil Panen Padi di Bogor Turun

 

Hasil panen ini akan dibeli oleh Komunitas Perempuan Indonesia Maju (PIM), Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi), dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk disalurkan kepada 18 anak stunting dan 27 Keluarga Rawan Stunting (KRS) di Kelurahan Pasirjaya.

Pj Wali Kota Bogor, Hery Antasari, mengapresiasi inovasi ini.

“Ini adalah langkah pertama dalam penanganan stunting di Indonesia yang sangat relevan dengan program pemerintah pusat dan Pemkot Bogor,” ujarnya.

Hery berharap penanaman padi nutrizinc ini bisa dikembangkan di lahan-lahan lain di Kota Bogor untuk menghasilkan beras lebih banyak lagi.

Pemulia Padi Nutrizinc, Wage, menjelaskan bahwa butiran padi nutrizinc lebih ramping dibandingkan jenis Ciherang, tetapi memiliki konsistensi gel lebih kuat dan kandungan zinc yang tinggi, yaitu 34 mg, dua kali lebih banyak dari beras biasa.

“Program penanganan stunting dengan beras nutrizinc sangat cocok di Kota Bogor, mengingat nasi adalah makanan pokok masyarakat,” kata Wage.

Dengan kolaborasi yang baik dan dukungan penuh dari berbagai pihak, diharapkan inovasi penanaman padi nutrizinc ini dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk mengatasi masalah stunting di Kota Bogor dan daerah lainnya.

 

 

 

Simak rasioo.id di Google News

Komentar