RASIOO.id – Dalam upaya mendukung visi Indonesia Maju, Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya sektor kesehatan, termasuk pencegahan stunting, penanggulangan penyakit menular dan tidak menular, serta peningkatan fasilitas dan tenaga kesehatan. Kota Bogor merespons arahan ini dengan langkah nyata, terutama melalui peningkatan layanan di Puskesmas Lawang Gintung.
Puskesmas Lawang Gintung, yang membawahi empat kelurahan dan dua unit puskesmas pembantu di Muarasari dan Harjasari, terus bertransformasi untuk mendukung kesehatan masyarakat. Dengan peningkatan pelayanan, kini Puskesmas ini mampu melayani hingga 100 kunjungan setiap harinya, mencakup pelayanan kesehatan individu hingga program kunjungan sehat yang proaktif.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna Nuraena, menjelaskan bahwa transformasi layanan kesehatan di Kota Bogor dilakukan melalui enam pilar utama: layanan primer, layanan rujukan, ketahanan sistem kesehatan, pembiayaan kesehatan, sumber daya manusia kesehatan, dan teknologi kesehatan.
“Kami menerapkan Integrasi Layanan Primer (ILP) yang fokus pada pelayanan kesehatan berdasarkan siklus hidup, penguatan jejaring pelayanan, dan pemantauan situasi kesehatan hingga ke tingkat kelurahan,” jelas Erna.
Pelayanan kesehatan di Puskesmas Lawang Gintung mencakup seluruh siklus hidup, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, anak sekolah, hingga lansia. Fokus utama layanan ini adalah edukasi kesehatan dan pencegahan penyakit melalui imunisasi dan berbagai skrining kesehatan pada semua kelompok usia.
Arsanti Kurniasari, Kepala UPTD Puskesmas Lawang Gintung, menambahkan bahwa peningkatan fasilitas di Puskesmas dilakukan dengan memperluas area pelayanan dan memisahkan ruangan infeksius dan non-infeksius. “Kami juga dilengkapi dengan alat USG untuk pemeriksaan ibu hamil, sesuai arahan Presiden,” kata Arsanti.
Lebih dari itu, Puskesmas Lawang Gintung juga aktif dalam upaya kesehatan masyarakat (UKM) dengan berbagai program lapangan, seperti puskesmas keliling, penjaringan kesehatan anak sekolah, promosi kesehatan, pengentasan stunting, dan program lainnya.
“Kami ingin mengubah pola pikir masyarakat agar lebih fokus pada pencegahan daripada pengobatan. Ke depan, kami berharap 75% kunjungan ke puskesmas adalah untuk tujuan sehat, bukan hanya untuk berobat,” ujar Arsanti.
Selain itu, Puskesmas Lawang Gintung juga berperan penting dalam penanganan gizi masyarakat. Ahli gizi di puskesmas ini memberikan layanan konsultasi gizi dan menyalurkan makanan tambahan kepada anak-anak yang mengalami stunting, kurang gizi, serta ibu hamil yang memerlukan asupan tambahan.
“Kami menyalurkan makanan tambahan secara rutin selama tiga bulan kepada mereka yang membutuhkan, sekaligus memberikan konsultasi gizi secara berkala,” tambah Arsanti.
Dengan langkah-langkah ini, Puskesmas Lawang Gintung semakin memperkuat perannya sebagai ujung tombak kesehatan masyarakat di Kota Bogor, mendukung tercapainya Indonesia Maju melalui pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terintegrasi.
Simak rasioo.id di Google News












Komentar