RASIOO.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang telah menyelesaikan tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 untuk memilih Walikota dan Wakil Walikota. Namun, tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada kali ini tidak mencapai target yang telah ditetapkan.
“Partisipasi, kita masih itung-itung sejauh ini di angka 58 sampai 59 persen. Ada penurunan dibandingkan pemilihan presiden dan pemilihan legislatif yang mencapai 81 persen,” ujar Koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kota Tangerang, Yudhis, pada Kamis, 5 Desember 2024.
Tingkat partisipasi ini meleset dari target KPU Kota Tangerang yang sebelumnya mematok angka 81 persen.
Menurut Yudhis, beberapa faktor memengaruhi rendahnya partisipasi pemilih. Salah satunya adalah pengurangan jumlah tempat pemungutan suara (TPS).
“Beberapa pemilih yang tadinya dekat dengan rumah, setelah dikurangi TPS-nya jadi makin menjauh. Terpental istilahnya. Mungkin juga ada aspek kejenuhan di masyarakat karena habis Pemilu dan Pilpres kemarin, dilanjut lagi Pileg. Banyak faktor. Tentu ini akan menjadi evaluasi kami,” jelasnya.
Meski partisipasi tidak sesuai target, Yudhis menegaskan bahwa pihaknya sudah bekerja maksimal, termasuk melalui berbagai upaya sosialisasi. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah berpartisipasi.
“Terima kasih kepada masyarakat. Mudah-mudahan ke depan akan lebih baik. Paska ini pasti akan kita evaluasi di semua tingkatan dan tahapan,” tambahnya.
Sebelumnya, KPU Kota Tangerang gencar mengadakan sosialisasi Pilkada 2024 ke berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan milenial dan Gen-Z, melalui beragam pendekatan kreatif dan hiburan.
Menanggapi rendahnya partisipasi pemilih, Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Provinsi Banten, Akhmad Subagja, menilai hal ini tidak bisa dibandingkan secara langsung dengan Pemilu.
“Kontestasi, kontestan, dan pesertanya berbeda. Dari tahun ke tahun, partisipasi Pilkada biasanya lebih rendah daripada Pemilu,” ungkapnya.
Ia berharap tingkat partisipasi pemilih di Banten secara keseluruhan masih berada di atas ambang batas wajar.
“Kami masih menunggu hasil rekapitulasi menyeluruh dari delapan wilayah kota/kabupaten di Banten. Mudah-mudahan angkanya di atas ambang wajar, di atas 60 persen,” ujarnya.
Dengan hasil ini, KPU Kota Tangerang akan melakukan evaluasi untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam pemilihan mendatang.
Simak rasioo.id di Google News













Komentar