Ribuan Siswa Tak Mampu dapat Program Bantuan Penebusan Ijazah di Kota Bogor

RASIOO.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pendidikan (Disdik) berkomitmen membantu siswa kurang mampu yang terkendala biaya pendidikan.

Program Bantuan Pelunasan Biaya Pendidikan akan digulirkan pada tahun 2025, bertujuan untuk menebus ijazah yang masih tertahan di sekolah akibat tunggakan biaya.

Abdul Rochman (19) dan Bayu Lesmana (18), dua pemuda asal Kota Bogor, adalah contoh nyata kesulitan yang dialami banyak lulusan SMA dan SMK di daerah tersebut.

Kedua pemuda ini belum bisa melanjutkan pendidikan ataupun bekerja karena ijazah mereka masih ditahan pihak sekolah akibat tunggakan biaya pendidikan.

“Boro-boro mau kerja, niat untuk sekolah lagi saja sudah tidak ada. Selain terkendala biaya, ijazah saya juga masih tertahan di sekolah,” ungkap Rochman dengan nada murung.

Program ini didasarkan pada Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 50 Tahun 2023.

Kepala Bidang SMP Disdik Kota Bogor, Elyis Sontikasyah, menjelaskan bahwa besaran bantuan bervariasi sesuai jenjang pendidikan. Untuk SMP dan MTS maksimal Rp 2 juta, SMA dan MA Rp 2,5 juta, serta SMK Rp 3,5 juta.

Masyarakat yang ingin mendapatkan bantuan ini dapat mengajukan permohonan melalui Aplikasi Sahabat yang dikelola Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor.

Para siswa di Kota Bogor saat menerima ijazah secara simbolis di DPRD Kota Bogor.(dok.humas)

Elyis berharap program ini mampu mendorong pelajar melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi atau memanfaatkan ijazah untuk melamar pekerjaan.

Pada tahun 2025, sebanyak 235 siswa dari 60 sekolah jenjang SMP akan menerima bantuan dengan total tunggakan mencapai Rp 524,26 juta. Sementara itu, untuk jenjang SMA, MA, dan SMK, sebanyak 1.474 siswa dari 85 sekolah akan mendapatkan bantuan senilai Rp 4,83 miliar.

Pembahasan program ini telah melibatkan Pemkot Bogor, DPRD Kota Bogor, para kepala sekolah, dan Kantor Cabang Dinas (KCD) setempat. Abdul Wahid, Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Setda Kota Bogor, menyatakan bahwa total anggaran program ini akan ditentukan berdasarkan jumlah akhir ijazah yang harus ditebus.

“Program ini merupakan aspirasi masyarakat yang banyak disampaikan. Kami berharap melalui program ini, para siswa dapat menggunakan ijazah mereka untuk melamar pekerjaan atau melanjutkan pendidikan,” ujar Wahid.

Pemkot Bogor telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 7,5 miliar untuk membantu 2.500 siswa kurang mampu di Kota Bogor.(adv)

 

 

Simak rasioo.id di Google News

Komentar