Proyek Tol Serpong–Bogor Segera Dimulai, Melintasi 14 Desa di Kabupaten Bogor

RASIOO.id – Proyek pembangunan Jalan Tol Serpong–Bogor, yang merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) III, dipastikan segera memasuki tahap pelaksanaan setelah proses lelang selesai.

Jalan tol ini akan menghubungkan Serpong di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, dengan Salabenda, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menyampaikan bahwa proyek tersebut kini memasuki fase awal pembangunan.

“Tol Serpong–Bogor sudah lelang, sekarang mau pada tahap pelaksanaan,” ujarnya saat mendampingi kunjungan kerja Bupati Bogor ke Kecamatan Parungpanjang.

Ajat menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Bogor berharap pembangunan dimulai dari arah Serpong agar konektivitas dengan jalan khusus tambang bisa langsung terhubung. Namun, pihak pengembang mengusulkan pembangunan dimulai dari Salabenda, Bogor.

“Kalau Pemkab Bogor, pengennya sih dari Serpong, sehingga kalau sudah jadi nantinya, dari jalan khusus tambang langsung ke tol,” kata Ajat.

Baca Juga : Mau Dibangun Tol Bogor-Depok-Serpong, Warga Munjul Kayumanis Bongkar Rumah Sendiri

Sementara itu, Staf Departemen Pengembangan Bisnis PT Adhi Karya, Hanan Fitroni, mengungkapkan bahwa jalan tol sepanjang 32,027 kilometer ini akan melintasi dua provinsi dan dua kabupaten, yakni Kabupaten Tangerang di Provinsi Banten, dan Kabupaten Bogor di Jawa Barat.

“Untuk wilayah Kabupaten Bogor, tol ini melintasi tiga kecamatan, yaitu Kemang, Ciseeng, dan Rumpin, dengan total 14 desa yang terdampak,” jelas Hanan.

Adapun untuk wilayah Banten, hanya empat desa yang akan dilintasi oleh tol ini.

Proyek saat ini masih dalam tahap awal, meliputi sosialisasi kepada warga dan persiapan pembebasan lahan.

Total lahan yang dibutuhkan untuk proyek ini mencapai 305 hektare, dengan 260 ribu meter persegi di antaranya berada di Kabupaten Bogor.

Setelah proses pembebasan lahan selesai pada tahun 2025, pembangunan fisik dijadwalkan berlangsung hingga tahun 2027 dan ditargetkan mulai beroperasi pada tahun yang sama.

Jalan tol ini akan dilengkapi tiga simpang susun yang direncanakan dibangun di Pondokudik Kemang, Putat Nutug Ciseeng, dan Rumpin.

Hanan juga menambahkan bahwa saat ini anggaran untuk proyek dan pembebasan lahan masih dalam kajian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Proses penetapan lokasi juga tengah diajukan ke Gubernur oleh Kementerian PUPR.

“Dan setelah lokasi ditetapkan, tahap persiapan hingga pengadaan tanah akan dimulai pada tahun 2025,” pungkasnya.

Simak rasioo.id di Google News

Jangan Lewatkan

Komentar