Wali Kota Bogor Dedie A Rachim Ajak Eksponen 66 UI Beri Masukan untuk Kebijakan Pemerintah Kota

RASIOO.id – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengajak para aktivis Universitas Indonesia (UI) Angkatan 1966 untuk turut memberikan masukan, saran, dan evaluasi terhadap kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Ajakan ini disampaikan saat Dedie menerima kunjungan Laskar Ampera Arief Rachman Hakim di Rumah Dinas Wali Kota, Jalan Pajajaran, Senin, 9 Juni 2025.

Dalam pertemuan tersebut, Dedie menyampaikan apresiasinya atas semangat dan daya kritis para eksponen 66 yang tetap terjaga meskipun telah melewati berbagai fase sejarah dan dinamika bangsa Indonesia.

“Alhamdulillah, hari ini saya diberi kesempatan menerima para pelaku sejarah. Semangat dan daya kritis Bapak/Ibu masih tinggi, dan suara Bapak/Ibu tetap didengar, karena semua ini demi kebaikan bersama. Kita, sebagai bagian dari NKRI, tidak boleh berjalan sendiri-sendiri,” ujar Dedie.

Diskusi berlangsung hangat, dengan pertukaran cerita, pengalaman, serta pandangan terhadap kondisi bangsa dan pembangunan daerah. Dalam kesempatan itu, Dedie juga memaparkan sejumlah program strategis yang tengah dijalankan Pemkot Bogor, termasuk penanganan isu lingkungan, penghijauan, serta penyelamatan bantaran sungai.

Dedie menekankan pentingnya kolaborasi lintas generasi dalam membangun kota. Ia juga menyebut bahwa angka Indeks Harapan Hidup di Kota Bogor kini mencapai 75 tahun, dan meminta dukungan seluruh pihak, termasuk aktivis 66 UI, untuk menjaga dan meningkatkan capaian tersebut.

“Pembangunan infrastruktur yang kami lakukan bertujuan untuk mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat, termasuk menjaga harapan hidup warga,” jelas Dedie.

Sementara itu, Ketua rombongan Aktivis UI Angkatan 66, Samuel Parantean, menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Dedie Rachim sebagai Wali Kota Bogor periode 2024–2029. Ia berharap eksponen 66 dapat terus dilibatkan dalam kegiatan dan program yang dijalankan pemerintah kota.

“Kami siap berkontribusi untuk Kota Bogor. Semangat kami tidak pernah padam, dan kami percaya kerja sama antargenerasi akan membawa perubahan yang lebih baik,” ungkap Samuel.

Pertemuan tersebut menjadi momen penting yang menunjukkan nilai historis sekaligus potensi kontribusi nyata para tokoh bangsa lintas generasi dalam mendukung pembangunan daerah.

Simak rasioo.id di Google News

Komentar