RASIOO.id – Moda transportasi angkutan kota (angkot) masih menjadi pilihan utama masyarakat di Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, dalam menjalani aktivitas harian mereka. Salah satunya adalah angkot D106 yang melayani trayek Parung–Lebak Bulus. Uniknya, angkutan ini disebut sebagai salah satu rute terpanjang lintas provinsi di wilayah Jabodetabek.
Angkot D106 tidak hanya melintasi satu kabupaten, tetapi menembus empat wilayah administratif, lima kecamatan, dan bahkan tiga provinsi sekaligus: Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta.
Rute angkot ini dimulai dari Parung (Kabupaten Bogor, Jawa Barat), melintasi Bojongsari dan Sawangan (Kota Depok), Pamulang dan Ciputat (Kota Tangerang Selatan, Banten), lalu berakhir di kawasan Pasar Jumat dan Lebak Bulus (Jakarta Selatan, DKI Jakarta). Trayek panjang ini membuat D106 menjadi andalan para pekerja lintas kota dengan tarif yang relatif terjangkau.
Fikar, warga Kemang, Bogor, mengaku rutin menggunakan angkot D106 karena alasan ekonomis. Ia bekerja sebagai tukang bangunan di kawasan Ciputat dan mengandalkan angkot sebagai moda transportasi harian.
“Dari rumah saya naik 06 dulu ke Parung, terus lanjut naik 106. Murah, cuma Rp10 ribu sekali jalan,” katanya saat ditemui, Selasa (22/7/2025). “Kalau naik ojek online bisa dua kali lipat harganya.”
Meski murah, Fikar mengakui harus bersabar ketika angkot belum penuh. “Kadang lama ngetemnya, apalagi kalau sepi penumpang. Tapi ya dimaklumi, sopir juga cari nafkah,” imbuhnya.
Keberadaan angkot D106 menjadi bukti bahwa angkutan konvensional masih relevan di tengah gempuran transportasi daring. Selain murah, angkot ini menghubungkan berbagai pusat aktivitas warga antarwilayah tanpa harus berpindah moda.
Simak rasioo.id di Google News









Komentar