PCNU Bogor Teladani Perjuangan Ulama Pejuang dari Ciseeng, H Usa

 

RASIOO.id — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bogor menjadikan sosok almarhum H Usa, ulama sekaligus pejuang kemerdekaan asal Ciseeng, sebagai teladan dalam memperkuat ukhuwah dan pengabdian kepada masyarakat.

Keteladanan itu tercermin dalam kegiatan Istighosah dan Silaturahmi putaran ke-10 yang digelar PCNU bersama MWCNU Kecamatan Ciseeng serta warga setempat di Majelis Ta’lim Darul Mustofa, Desa Cibenteng Muara, Senin, 18 Agustus 2025 malam.

Ketua PCNU Kabupaten Bogor, Gus Abdul Somad, menegaskan perjumpaan warga Nahdliyin ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum untuk mengenang jasa tokoh lokal yang berjuang demi agama dan bangsa.

“Kami berharap semangat ukhuwah ini bisa dijalankan istiqomah di semua tingkatan NU, karena teladan dari para ulama pejuang seperti H Usa harus terus kita hidupkan,” ujarnya.

 

Ulama Dermawan dan Pejuang

Dalam acara tersebut, doa dan hadiah Al-Fatihah dipanjatkan untuk almarhum H Usa. Sosoknya dikenal luas sebagai guru ngaji sekaligus dermawan yang mewakafkan sebagian besar hartanya untuk kepentingan umat, mulai dari pembangunan masjid hingga penyediaan lahan pemakaman umum.

Tak hanya berkiprah di bidang sosial-keagamaan, H Usa juga mendukung perjuangan rakyat melawan penjajah Belanda. Ia tercatat ikut mendanai logistik para pejuang, hingga akhirnya ditangkap, disiksa, dan wafat pada era 1940-an. Jenazahnya dimakamkan di Kampung Babakan Sabrang, sementara namanya kini diabadikan sebagai salah satu jalan utama di Kecamatan Ciseeng.

Hingga kini, masyarakat setempat masih rutin menggelar istighosah setiap Agustus untuk mengenang jasa dan perjuangan beliau.

Warisan untuk Generasi Kini

Gus Abdul Somad menekankan, NU harus tetap hadir di tengah masyarakat dengan mewarisi semangat keikhlasan ulama pejuang.

“Dalam konteks HUT ke-80 Kemerdekaan RI ini, warga Nahdliyin diingatkan untuk menghormati jasa para pendahulu dan memperkuat kebersamaan sebagai penopang agenda pengabdian NU,” katanya.

 

Kegiatan istighosah tersebut dihadiri jajaran pengurus NU, tokoh agama, camat, kepala desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga jamaah majelis ta’lim. Kehadiran mereka menjadi wujud penghormatan kolektif terhadap warisan perjuangan ulama lokal yang telah mengabdikan hidupnya bagi agama, bangsa, dan masyarakat.

 

 

Simak rasioo.id di Google News

 

Komentar