George Soros Dikaitkan dengan Kerusuhan di Indonesia, Benarkah?

 

RASIOO.id – Nama miliarder asal Hungaria, George Soros, kembali menjadi sorotan setelah disebut-sebut sebagai salah satu pihak asing yang diduga berada di balik gelombang demonstrasi besar di Indonesia dalam beberapa hari terakhir.

Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal (Purn) A.M. Hendropriyono dalam keterangannya menyebut adanya campur tangan asing dalam aksi protes yang berujung kerusuhan. Ia bahkan menyinggung nama-nama besar seperti David Rockefeller, Michael Bloomberg, hingga George Soros sebagai aktor yang diduga memainkan peran di balik kerusuhan tersebut.

Sosok Soros dan Reputasinya

George Soros lahir di Budapest, Hungaria, pada 1930. Ia dikenal sebagai investor kawakan sekaligus pendiri Soros Fund Management dan Open Society Foundations (OSF), jaringan filantropi yang aktif di lebih dari 100 negara.

Reputasi Soros mendunia ketika ia dijuluki “The Man Who Broke the Bank of England” usai meraih keuntungan miliaran dolar dari spekulasi terhadap pound sterling pada 1992. Selain itu, kiprahnya dalam mendukung demokrasi, kebebasan pers, hingga hak asasi manusia melalui OSF juga menjadikannya sosok yang kerap menuai pujian sekaligus kritik.

Di Indonesia, nama Soros pernah ramai dibicarakan pada krisis moneter 1997–1998, ketika ia dituduh sebagai spekulan yang memperparah gejolak ekonomi Asia. Namun tuduhan tersebut tidak pernah terbukti secara hukum maupun akademis.

Narasi dan Kontroversi

Kali ini, Soros kembali terseret dalam narasi kerusuhan di Indonesia. Beberapa media menyoroti bagaimana namanya kerap dijadikan “kambing hitam instan” dalam isu politik dan ekonomi. Sejumlah analis menilai, tudingan terhadap Soros lebih banyak bernuansa politis ketimbang berbasis bukti.

Hingga kini, belum ada bukti konkret atau laporan resmi dari aparat penegak hukum maupun lembaga intelijen Indonesia yang menguatkan klaim keterlibatan Soros dalam kerusuhan terbaru.

 

Meski Soros memiliki rekam jejak panjang sebagai investor global dengan pengaruh politik dan filantropis yang luas, keterkaitannya dengan kerusuhan di Indonesia masih sebatas pernyataan tokoh publik. Masyarakat diimbau bersikap kritis terhadap informasi yang beredar, sembari menunggu klarifikasi resmi dari pihak berwenang.

 

 

 

Simak rasioo.id di Google News

Komentar