RASIOO.id – Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur kembali mencuat di Kabupaten Bogor. Seorang pria berinisial H (35), warga Desa Gintung Cilejet, Kecamatan Parungpanjang, yang berstatus duda, diduga menyodomi sejumlah anak.
Mantan Kepala Desa Gintung Cilejet, Tajudin, membenarkan adanya laporan dari keluarga korban. Menurutnya, dugaan tindak asusila itu sudah berlangsung cukup lama, namun baru terungkap setelah salah seorang korban yang masih berusia 13 tahun berani menceritakan kejadian yang dialaminya.
“Saya bersama keluarga korban sudah ke Polsek Parungpanjang, tapi diarahkan ke Unit PPA Polres Bogor untuk ditangani lebih lanjut,” ujar Tajudin, Kamis (4/9/2025).
Dari keterangan warga, sedikitnya ada enam anak yang menjadi korban. Beberapa di antaranya bahkan mengaku pernah mengalami kejadian serupa ketika masih kecil, dan kini sudah beranjak dewasa.
“Informasinya ada sekitar enam orang. Awalnya ketahuan dari korban berusia 13 tahun, lalu terbuka fakta bahwa teman-temannya juga pernah disodomi pelaku,” tambah Tajudin.
Kapolsek Parungpanjang, Kompol Suharto, saat dikonfirmasi, membenarkan adanya aduan masyarakat terkait kasus tersebut. Namun ia menegaskan bahwa penanganan sepenuhnya berada di Unit PPA Polres Bogor, mengingat kasus ini melibatkan anak di bawah umur.
“Memang ada laporan terkait anak di bawah umur. Kami arahkan ke Unit PPA Polres Bogor. Soal jumlah korban masih didalami, karena ada informasi kasus lama sekitar lima tahun lalu. Jika memang ada kejadian baru, harus segera dibuktikan,” jelas Suharto.
Suharto menambahkan, pihaknya juga sudah memberikan arahan terkait kelengkapan administrasi yang perlu disiapkan keluarga korban untuk laporan resmi, di antaranya KTP, KK, dan akta kelahiran.
“Karena korban masih di bawah umur, pelaporan harus didampingi langsung oleh orang tua,” pungkasnya.
Kasus ini kini menjadi perhatian warga Desa Gintung Cilejet. Mereka berharap pihak kepolisian bergerak cepat agar korban mendapatkan pendampingan, dan pelaku bisa segera diproses hukum.
Simak rasioo.id di Google News











Komentar