Apanudin Dorong Pembentukan Satgas dan Taman Edukasi Penerbangan di Sekitar Bandara Soetta

RASIOO.id – Anggota DPRD Kota Tangerang dari Komisi IV, Apanudin, menyambut baik hasil rapat koordinasi (rakor) terkait keamanan dan keselamatan Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang digelar bersama sejumlah pemangku kepentingan, Senin, 22 September 2025.

Rakor yang dihadiri Gubernur Banten, bupati, wali kota, camat, hingga manajemen Angkasa Pura II itu dinilainya komprehensif dan penting untuk menjamin lingkungan bandara tetap steril, khususnya di kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP).

“Kita bersama-sama harus menjaga agar keselamatan penerbangan ini benar-benar steril,” ujar Apanudin.

Sebagai legislator dari daerah pemilihan (Dapil) II yang bersentuhan langsung dengan kawasan bandara, ia menekankan pentingnya kolaborasi dan sinkronisasi program pembangunan dengan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Angkasa Pura II.

Menurutnya, meski sejumlah bantuan seperti bedah rumah telah dirasakan masyarakat, namun program CSR perlu lebih terstruktur dan terukur agar tepat sasaran.

“Kota Tangerang mempunyai misi kolaborasi. Seharusnya ini menjadi target yang terukur, disinkronkan dengan pembangunan intracity dan rencana CSR yang akan diberikan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Apanudin juga mengusulkan pembentukan satuan tugas (satgas) berbasis kewilayahan atau RW untuk mengawasi titik-titik rawan di sekitar bandara. Namun, ia menekankan perlunya pembahasan matang terkait mekanisme kerja serta pendanaan satgas, baik melalui anggaran perusahaan maupun dana CSR.

Selain itu, ia mendukung penuh gagasan pembangunan Taman Edukasi Penerbangan sebagai ruang terbuka publik sekaligus media edukasi. Menurutnya, keberadaan taman tersebut akan membantu masyarakat memahami potensi bahaya terhadap penerbangan, seperti layangan, burung, dan laser.

“Tidak semua masyarakat pernah naik pesawat. Tidak ada salahnya memanfaatkan lahan untuk ruang terbuka publik yang sekaligus menjadi media edukasi,” tandasnya.

Lebih jauh, Apanudin bahkan mendorong agar materi edukasi keselamatan penerbangan dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah dasar. Dengan demikian, anak-anak sejak dini memahami bahaya bermain layangan di sekitar bandara, terutama pada musim kemarau saat libur sekolah.

Di sisi lain, ia turut menyoroti persoalan kesempatan kerja bagi warga sekitar bandara yang selama ini dinilai terbatas. Ia menilai banyak posisi justru diisi pekerja dari luar daerah, sementara masyarakat lokal hanya menjadi penonton.

“Untuk merekrut masyarakat tidak harus pada posisi vital, tetapi pada posisi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka,” ucapnya.

Untuk itu, ia mengusulkan adanya kolaborasi dengan Dinas Tenaga Kerja setempat guna memberikan pembinaan serta pelatihan yang sesuai agar masyarakat sekitar dapat diserap bekerja di bandara.

“Angkasa Pura mungkin sudah melakukan yang terbaik, masyarakat juga sudah berusaha, tetapi komunikasi antara kedua pihak yang perlu ditingkatkan,” pungkasnya.

Simak rasioo.id di Google News

Komentar