RASIOO.id – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menjelaskan bahwa Program Makan Bergizi (MBG) tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan anak sekolah, tetapi juga menjadi strategi cerdas dalam mendorong kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ekonomi daerah.
Menurut Rudy, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menjadikan Program MBG sebagai motor penggerak ekonomi lokal yang diyakini mampu menyerap puluhan ribu tenaga kerja serta memutar dana dari pemerintah pusat hingga triliunan rupiah di wilayah Kabupaten Bogor.
“Program MBG ini memiliki dampak multi-sektor. Skema serapan tenaga kerjanya luar biasa besar,” ujar Rudy dalam arahannya, Rabu malam, 15 Oktober 2025.
Ia menuturkan, Kabupaten Bogor menargetkan pendirian 570 dapur yang akan beroperasi untuk menyediakan makanan bergizi bagi pelajar. Setiap dapur, kata Rudy, rata-rata mempekerjakan 50 orang, mulai dari juru masak, petugas kebersihan, hingga pencuci peralatan.
“Kalau kita punya 570 dapur, maka ada sekitar 28.500 orang yang akan mendapatkan pekerjaan baru,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rudy menekankan bahwa keuntungan finansial dari Program MBG juga sangat signifikan. Dana operasional program ini bersumber dari Pemerintah Pusat, bukan dari APBD Kabupaten atau Provinsi.
“Total dana pusat sebesar Rp6,12 triliun per tahun akan berputar di Kabupaten Bogor. Nilai ini setara dengan setengah APBD kita,” ungkapnya.
Dana tersebut, lanjut Rudy, akan dimanfaatkan untuk membeli bahan pokok dari para pedagang dan petani lokal. “Dipakai beli beras, cabai, bawang, hingga telur dari masyarakat Bogor. Jadi ini benar-benar menggerakkan ekonomi pedagang lokal,” tambahnya.
Rudy berharap seluruh jajaran Pemkab Bogor dapat menindaklanjuti pelaksanaan Program MBG dengan serius agar perputaran ekonomi daerah berjalan optimal dan target penciptaan lapangan kerja dapat tercapai.
“Saya ingin program ini dijalankan dengan sungguh-sungguh agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.
Simak rasioo.id di Google News













Komentar