RASIOO.id – Banten Silat Champion 2025 berlangsung selama tiga hari ini menjadi ruang pembuktian bagi ribuan atlet muda, sekaligus perayaan atas tumbuhnya olahraga warisan budaya Nusantara di Mall Balai Kota Tangerang pada Jumat 7 November 2025.
Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Banten, Nanang Sutisna, membuka secara resmi kejuaraan tersebut mewakili Gubernur Banten, Andra Soni. Ia menegaskan pentingnya menjaga eksistensi pencak silat bukan hanya sebagai cabang olahraga, tetapi juga warisan budaya yang merekatkan identitas masyarakat Banten.
“Kami mengapresiasi kegiatan dari cabang olahraga, khususnya pencak silat. Karena selain olahraga prestasi, silat juga olahraga budaya yang harus tetap kita lestarikan,” ujar Nanang saat ditemui usai pembukaan.
Menurutnya, geliat pencak silat di Banten terus menunjukkan kemajuan. Tak hanya pada level daerah, sejumlah atlet Banten kini berlaga di ajang nasional.
“Saat ini sedang berlangsung Pekan Olahraga Pelajar Nasional di Jakarta. Banten mengirimkan pesilat-pesilat terbaik, dan alhamdulillah, beberapa nomor masuk final. Mohon doanya untuk hasil terbaik,” katanya.
Pihaknya juga menyampaikan bahwa ajang seperti ini menjadi wadah pembinaan atlet muda menuju PON 2032, di mana Banten bersama Lampung telah mendaftarkan diri sebagai calon tuan rumah.
“Harapannya, kegiatan ini bisa mencetak kader muda dan atlet tangguh. Kami berharap dukungan masyarakat agar Banten dan Lampung terpilih menjadi tuan rumah PON 2032,” ujarnya.
Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan, bahwa Banten Silat Champion 2025 menjadi bukti bahwa tradisi dan prestasi dapat tumbuh bersama. Di tengah arus modernisasi, pencak silat tetap hidup di hati masyarakat Banten dilestarikan oleh paguron, disemangati oleh orang tua, dan disambut dengan penuh kebanggaan oleh generasi muda.
“Kami ingin menjadikan pencak silat bukan hanya tontonan, tapi juga tuntunan. Dari gelanggang inilah lahir generasi berkarakter,” kata Nanang.
Ketua Pelaksana Banten Silat Champion 2025, M. Bagus Kurniawan, menjelaskan bahwa kompetisi ini diikuti oleh 2.108 peserta yang berasal dari 12 provinsi dan sekitar 180 perguruan silat.
Total ada sekitar 110 sampai 120 kontingen yang ikut. Pembukaan berjalan lancar, hari pertama kita lombakan kategori seni, besok lanjut fight dan seni sampai Minggu,” jelasnya.
Rangkaian acara juga mencakup seminar bagi pelatih dan ofisial, yang membahas pembaruan peraturan pertandingan tahun 2025. Menurutnya, edukasi ini penting agar pelatih dan atlet memahami sistem penilaian terbaru.
“Seminar ini bagian dari upaya meningkatkan kualitas kompetisi. Kami ingin pelatih dan official tahu aturan terbaru dari IPSI dan Pusprenas,” ujarnya.
Pemilihan lokasi di Mall Balai Kota Tangerang bukan tanpa alasan. Panitia ingin menghadirkan suasana baru bagi masyarakat sekaligus mendekatkan olahraga tradisional ke ruang publik modern.
“Kita sengaja pilih Mall Balai Kota, karena ini jantung Kota Tangerang. Respons masyarakat luar biasa. Orang tua dan pelatih antusias, bahkan banyak peserta berebut mendaftar,” tutur Bagus.
Menariknya, ajang ini juga telah terdaftar di kurasi Pusat Prestasi Nasional (Pusprenas), sehingga sertifikat kejuaraan dapat digunakan oleh atlet untuk jalur prestasi saat mendaftar ke sekolah lanjutan, baik SMP maupun SMA.
“Dengan sertifikat dari kejuaraan ini, atlet bisa memilih sekolah favorit lewat jalur prestasi. Jadi, manfaatnya tidak hanya kompetisi, tapi juga pendidikan,” jelasnya.
Simak rasioo.id di Google News











Komentar