Harga Cabai di Kota Tangerang Makin Pedas Jelang Natal dan Tahun Baru

RASIOO.id – Harga cabai dan sejumlah komoditas sayuran kembali meroket di Pasar Anyar, Kota Tangerang. Sejak 29 November 2025, kenaikan tajam terjadi hampir di semua jenis cabai dan sayur berdaun hijau, membuat pedagang kewalahan dan konsumen terpaksa berhemat.

Kholifa, pedagang sayuran yang sudah lebih dari 10 tahun berjualan di Pasar Anyar, menyebut lonjakan harga kali ini termasuk yang paling tinggi dalam beberapa tahun terakhir.

“Cabai rawit merah, cabai rawit hijau, bawang merah, sayur-sayur, wortel, kangkung, bayam. Pokoknya hijau-hijau naik semua,” ujarnya saat ditemui Rabu, 3 Desember 2025.

Harga Cabai Meroket, Rawit Merah Sentuh Rp90 Ribu

Beberapa komoditas yang biasanya stabil kini naik drastis. Bawang merah yang sebelumnya Rp35.000 per kilogram kini mencapai Rp50.000. Cabai rawit hijau melonjak dua kali lipat dari Rp30.000 menjadi Rp70.000 per kilogram.

Namun peningkatan paling mencolok terjadi pada cabai rawit merah.

“Rawit merah biasanya paling tinggi Rp50.000, hari ini harus dijual Rp90.000,” ungkap Kholifa.

Sementara itu, satu-satunya komoditas yang masih bertahan stabil adalah cabai keriting yang sejak November berada di harga Rp60.000 per kilogram.

Penjualan Turun, Omzet Merosot 20 Persen

Meski harga naik, pedagang bukan berarti mendapat keuntungan lebih. Justru omzet mereka turun karena konsumen mengurangi pembelian.

“Yang biasa beli 2 kilogram jadi cuma 1 kilogram. Ada yang biasanya 3 kilogram, sekarang paling 1 kilogram,” kata Kholifa, yang memperkirakan kondisi ini berlangsung hingga usai Tahun Baru.

Warung makan, kafe, hingga usaha katering mulai mengurangi penggunaan cabai agar biaya produksi tidak membengkak.

Ida, ibu rumah tangga yang sedang berbelanja cabai, mengaku terkejut saat melihat harga cabai rawit merah mendekati Rp100 ribu per kilogram.

“Biasanya Rp40.000–Rp50.000. Sekarang Rp90.000. Naiknya banyak banget,” keluhnya.

Kenaikan ini membuatnya harus mengurangi konsumsi cabai demi menjaga pengeluaran dapur tetap stabil.

“Berat dong. Mengganggu kebutuhan rumah tangga. Naik boleh, tapi jangan hampir 100 persen. Kalau bisa pemerintah menekan harga, gimana caranya. Kita nggak mungkin mikir sendiri,” ujarnya.

Data Pemerintah: Sebagian Komoditas Stabil, Cabai Tetap Jadi Sorotan

Di sisi lain, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kota Tangerang menyebut sebagian besar harga pangan masih stabil pada awal Desember.

Kepala Dinas, Suli Rosadi, menyatakan bahwa pihaknya memantau harga setiap hari di seluruh pasar tradisional.

“Kami pastikan tidak ada kelangkaan maupun lonjakan yang memberatkan masyarakat,” kata Suli.

Harga beras premium tercatat di kisaran Rp15.000–16.000 per kilogram, beras medium Rp12.500–14.000, gula pasir Rp18.000–19.000, minyak goreng curah Rp19.000–21.000 per liter, dan tepung terigu Rp12.000–13.000 per kilogram.

Bawang merah dan bawang putih disebut stabil di Rp45.000–50.000 dan Rp32.000–40.000 per kilogram.

Namun untuk cabai, Suli mengakui adanya lonjakan nyata. Cabai rawit merah naik dari Rp60.000 menjadi Rp75.000, sementara cabai rawit hijau dari Rp45.000 menjadi Rp60.000 per kilogram.

“Semua komoditas masih stabil, namun cabai rawit merah dan cabai rawit hijau mengalami kenaikan signifikan,” ujarnya.

Menurut Suli, kenaikan cabai dipicu turunnya pasokan dari sentra produksi serta permintaan tinggi menjelang libur Natal dan Tahun Baru.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Tangerang menyiapkan koordinasi lanjutan dengan distributor, pengawasan stok di pasar, hingga kemungkinan menggelar operasi pasar murah bila kondisi semakin mengkhawatirkan.

 

 

 

Simak rasioo.id di Google News

Komentar