RASIOO.ID – Puluhan warga Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, ontrog kantor Desa Cipinang. Masa itu menuntut janji Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi atau KDM, atas dana konpensasi bantuan terdampak tambang, Selasa sore, 30 Desember 2026.
Masa aksi tersebut diterima langsung Kepala Desa Cipinang Mad Hasan, Babinsa, Bhabinkabtimas, Sekretaris Kecamatan Rumpin.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap Gubernur Jawa Barat, yang hingga saat ini belum juga turun.
Kepala Desa Cipinang, Mad Hasan mengatakan, berdasarkan surat edaran Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk mendata warga terdampak penutupan tambang sudah dilakukan, yang sebelumnya berjumlah 1.500 orang sudah terdata.
“Data tersebut keluar dari Provinsi Jawa Barat. Karena belum terdata semuanya, akhirnya Pemdes Cipinang melakukan pendataan kembali,” kata Mad Hasan, Rabu 30 Desember 2025.
Ia menuturkan, akhirnya dilakukan pendataan kembali dengan jumlah 4.600 orang keluarga penerima manfaat. Hanya saja bantuan yang seharusnya keluar dibulan Desember 2025 awal, hingga saat ini belum juga turun.
“Langkah dan upaya kita sudah lakukan, baik sosialisasi hingga pendataan secara menyeluruh. Informasinya, bantuan itu yang saya dapat akan turun di bulan Januari 2026,”
Namun berdasarkan hasil zoom meeting antara Pemerintah Desa di Kecamatan Cigudeg dan Kecamatan Rumpin dengan DPMD Provinsi Jawa Barat, disampaikan beberapa hal soal bantuan konpesasi bantuan terdampak tambang.
“Penyaluran bantuan konpesasi tahap pertama masih menyisahkan 6.216 keluarga penerima manfaat yang belum menerima bantuan,” terangnya.
Sehingga, kata Gayot, penyaluran bantuan sementara ditunda dan direncanakan atau dilanjutkan pada bulan Januari 2026, hanya saja bantuan tersebut belum dapat ditentukan.
“Anggaran di BPKAD jawa barat sampai akhir tahun tahun 2025 hanya cukup untuk 1.517 keluarga penerima manfaat di dua kecamatan, nantinya bantuan yang tertunda akan digabungkan dengan bantuan di Januari 2026,”ungkapnya.















Komentar