Usai Viral, Akhirnya GM PT Antam Akui Lobang Emasnya Tewaskan Warga

RASIOO.id – Sepandai-pandainya menyimpan bangkai, akhirnya tercium juga bau busuknya. Mungkin, perumpamaan ini cocok untuk jajaran direksi PT Antam UPBE Pongkor yang awalnya buru-buru menampik adanya korban jiwa dari warga sipil yang menambang secara ilegal di area milik PT Antam.

Usai viral di media sosial hingga aksi masa dari keluarga yang mendatangi PT Antam, tabir kebenaran terkait adanya korban jiwa mulai terukuak.

General Manajer PT Antam Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor, Nilus Rahmat yang sempat berkilah tidak ada korban jiwa dalam kejadian kebocoran gas karbon monoksida (CO) di lubang PT Antam.

Kini, PT Antam sendiri yang seolah-oleh menelan ludahnya sendiri.

Java Region CSR and Sub Division Head PT Antam UBPE Pongkor, Agustinus Toko Susetio akhinya membenarkan adanya bahwa ada korban jiwa akibat kepulan asap CO yang masuk pada lubang  PT Antam yang digunakan oleh warga.

Ia menyebut, hingga kini tim gabungan telah mengevakuasi sebanyak tiga nyawa yang bukan merupakan pegawainya, alias penambang emas ilegal.

“3 korban yang berhasil dievakuasi merupakan warga bukan pegawai ataupun kontraktor Antam, yang terjebak di area non operasional Antam yang seharusnya steril dari aktivitas operasional penambangan,” kata dia, Senin 19 Januari 2026.

Ia mengklaim bahwa kesulitan proses evakuasi dirasakan oleh tim gabungan dari pihak antam, kepolisian, TNI, dan petugas yang diterjunkan oleh pemerintah Kabupaten Bogor.

“Proses evakuasi berlangsung dengan resiko tinggi, lokasi korban berada di medan yang sulit dijangkau dan berbahaya dan dalam beberapa kesempatan tim evakuasi sempat tertimpa longsoran batu,” jelas dia.

Kendati demikian, pihak PT Antam masih menyelidiki asal usul kepulan asap CO yang berada di lubang tambang miliknya. Ia mengaku pihak Antam menyerahkan secara keseluruhan kepada pihak berwajib.

“Terkait kepulan asap bahwa penyebab masih dalam proses investigasi bersama aparat dan otoritas berwenang antam menunggu hasil penelusuran yang komprehensif agar informasi yang disampaikan kepada publik tetap akurat dan bertanggung jawab,” tutup dia.

Komentar