Mahasiswa Universitas Djuanda Tewas Gantung Diri, Terungkap Terlilit Utang dan Dihubungi Puluhan Kali Sebelum Ditemukan Tewas

 

 

RASIOO.id – Fakta memilukan terungkap di balik kematian tragis seorang mahasiswa Universitas Djuanda yang ditemukan tewas gantung diri di kamar kosnya, wilayah Ciawi, Kabupaten Bogor, Senin siang, 19 Januari 2026.

Kapolsek Ciawi, AKP Dede Lesmana Jaya, mengungkapkan korban berinisial JHS, mahasiswa asal Medan, Sumatera Utara, diduga tengah terhimpit persoalan ekonomi serius. JHS disebut-sebut terlilit utang kepada sejumlah teman dekatnya.

Detik-detik sebelum jasad korban ditemukan menyisakan kisah pilu. Menurut keterangan polisi, salah seorang teman korban, Sdri. M, sempat berulang kali mencoba menghubungi JHS melalui telepon. Namun, puluhan panggilan itu tak pernah mendapat jawaban.

“Pada saat dihubungi oleh Sdri. M puluhan kali tidak merespon. Kemudian dicek oleh Sdri. Rasya dan melihat saudara JHS sudah tergantung di seutas tali yang diikatkan di plafon kamar kos,” ujar AKP Dede kepada Rasioo.id, Selasa, 20 Januari 2026.

Suasana kamar kos yang seharusnya menjadi tempat istirahat dan harapan, berubah menjadi saksi bisu akhir hidup seorang mahasiswa perantau yang jauh dari keluarganya.

Meski penyebab pasti kematian masih dalam proses penyelidikan, pihak kepolisian tidak menampik adanya indikasi tekanan ekonomi yang berat. Keterangan dari rekan-rekan kuliah korban mengarah pada persoalan utang yang menumpuk.

“Untuk penyebab gantung diri masih kami dalami. Namun berdasarkan keterangan teman-teman kuliahnya, korban memiliki masalah ekonomi,” jelas AKP Dede.

Bahkan, lanjutnya, korban disebut memiliki banyak utang kepada orang-orang terdekatnya. Namun belum dapat dipastikan sumber utang tersebut, apakah berasal dari pinjaman online atau aktivitas perjudian daring.

“Utangnya banyak ke orang-orang, tapi belum diketahui berasal dari apa. Apakah pinjol atau judi online. Yang jelas, utangnya banyak ke teman-temannya,” ungkapnya.

Pihak kepolisian juga belum dapat memastikan jumlah utang yang ditinggalkan korban. Jenazah JHS telah diserahkan kepada pihak keluarga dan langsung diberangkatkan ke Medan menggunakan penerbangan Lion Air.

“Jumlahnya tidak diketahui. Yang mengetahui pasti pihak keluarga. Karena setelah proses selesai, jenazah langsung dibawa ke Medan,” pungkas AKP Dede.

Tragedi ini kembali menjadi pengingat pahit tentang beratnya tekanan hidup yang kerap dipikul diam-diam, khususnya oleh mahasiswa perantau yang berjuang sendiri jauh dari keluarga.

 

Simak rasioo.id di Google News

Komentar