RASIOO.id – Cuaca ekstrem kembali menunjukkan kekuatannya. Hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur Kota Tangerang sejak Kamis dini hari, 22 Januari 2026 sekitar pukul 05.20 WIB memicu genangan hingga banjir di berbagai penjuru kota.
Laporan Pusdalops-PB BPBD Kota Tangerang mencatat, sedikitnya lima kecamatan terdampak, dengan ketinggian air bervariasi mulai dari 10 sentimeter hingga mencapai 80 sentimeter, merendam jalan raya, fasilitas umum, hingga permukiman warga.
“Genangan terjadi di sejumlah ruas jalan dan lingkungan warga, terutama di Kecamatan Benda, Cibodas, Jatiuwung, Periuk, dan Karang Tengah,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia S Rahman.
Menurut Andia, hujan berintensitas tinggi dengan durasi cukup panjang menjadi pemicu utama. Air tak tertampung, saluran meluap, dan sejumlah kawasan berubah menjadi kubangan dalam waktu singkat.
BPBD pun langsung mengerahkan personel ke lapangan untuk penanganan darurat.
Di Kecamatan Benda, genangan terparah terjadi di Jalan Atang Sanjaya RT 001/RW 06, dengan ketinggian air mencapai 80 sentimeter. Banjir merendam permukiman warga dan fasilitas umum, memaksa empat warga mengungsi ke Pos Damkar Benda demi keselamatan.
Sementara itu, genangan setinggi 10 sentimeter juga terpantau di depan Polsek Benda atau kolong jembatan. Di Jalan Husein Sastranegara, Jurumudi Baru, air bahkan mencapai 40 sentimeter, mengganggu arus lalu lintas.
“Untuk wilayah dengan genangan cukup tinggi, kami lakukan penyedotan air dan membantu mobilisasi warga agar tetap aman,” kata Andia.
Banjir juga meluas ke Kecamatan Cibodas, tepatnya di bawah Flyover Taman Cibodas dan Jalan Darmawangsa, dengan ketinggian air sekitar 20 sentimeter, membuat akses jalan licin dan rawan.
Di Kecamatan Jatiuwung, air menggenang di Jalan Padjajaran, Jalan Caplang, hingga Kampung Rawacana RT 003/RW 03, dengan ketinggian berkisar 30 hingga 40 sentimeter.
Sementara di Kecamatan Periuk, genangan melanda Jalan Situ Bulakan, Jalan Mutiara Peluit, serta Jalan Regency depan Pasar Regency, dengan tinggi air mencapai 20–30 sentimeter.
Kondisi tak kalah mengkhawatirkan terjadi di Kecamatan Karang Tengah. Di RT 003 dan RT 004 RW 07, Kelurahan Karang Mulya, banjir setinggi 45 sentimeter merendam rumah warga dan berdampak pada 10 kepala keluarga.
“Kami menyiagakan personel, perahu evakuasi, serta terus memantau debit air sungai yang masih berpotensi meningkat,” tegas Andia.
Hingga Kamis siang pukul 12.30 WIB, debit air di sejumlah kali dan sungai masih menunjukkan tren kenaikan. BMKG juga telah mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat hingga sangat lebat dengan status siaga untuk wilayah Kota Tangerang.
BPBD Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak lengah menghadapi cuaca ekstrem. Warga diminta segera menghubungi Emergency Call Center 112 atau Hotline BPBD Kota Tangerang 021-5582144 apabila menghadapi kondisi darurat.
Simak rasioo.id di Google News















Komentar