RASIOO.id – Musim hujan yang melanda Kota Bogor berdampak langsung pada pendapatan Oskar (66), penjual balon plastik yang telah merantau dari Jakarta dan menetap di Bogor selama 20 tahun terakhir.
Cuaca ekstrem dengan hujan lebat membuat penjualan balon menurun drastis. Jika pada kondisi normal Oskar bisa menjual sekitar 10 balon per hari, kini jumlahnya merosot tajam. Dalam beberapa hari terakhir, balon yang terjual bahkan tak lebih dari lima buah.
“Kalau musim hujan begini paling banyak cuma lima biji yang kejual. Hujan terus, pulangnya juga jadi lebih siang,” ujar Oskar kepada RASIOO.id.
Balon yang dijajakan Oskar bukan miliknya sendiri. Ia bekerja sebagai penjual dengan keuntungan Rp7.000 per balon dari harga jual Rp15.000. Kondisi hujan memperparah keadaan karena balon plastik yang terkena air membuat gas cepat habis dan harus diisi ulang.
“Untungnya enggak seberapa, cuma Rp7.000 per balon,” katanya.
Berjualan di musim hujan menjadi tantangan berat bagi Oskar, terlebih di usia senjanya. Angin kencang kerap menyertai hujan, memaksanya ekstra hati-hati menjaga balon agar tidak terlepas saat dibawa menggunakan sepeda motor.
Berjualan balon menjadi satu-satunya pekerjaan yang dapat Oskar lakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup, dibantu sang istri yang berdagang di Pasar Anyar.
Kondisi ini diharapkan mendapat perhatian dari pihak terkait, mengingat pedagang lansia merupakan kelompok rentan yang sangat bergantung pada penghasilan harian untuk bertahan hidup.
Simak rasioo.id di Google News










Komentar