RASIOO.id – Bocah laki-laki berinisial MD (8) yang dilaporkan hanyut di Sungai Cisadane akhirnya ditemukan oleh tim gabungan pada Rabu, 4 Februari 2026, sekitar pukul 09.30 WIB.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di wilayah Kecamatan Bogor Barat.
MD merupakan putra dari pasangan Rusharianto dan Lugina, warga Kampung Gunung Batu, Gang Kosasih, RT 03/RW 01, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.
Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh warga setempat di sekitar area ragasi, sebelum dievakuasi oleh tim gabungan dan dibawa ke rumah duka.
Bibi korban, Marini, mengungkapkan bahwa almarhum sejatinya akan genap berusia delapan tahun pada 16 Februari mendatang.
Menjelang peristiwa nahas tersebut, MD sempat menyampaikan permintaan terakhir kepada ayahnya.
“MD minta uang Rp150 ribu ke papahnya buat mentraktir mamanya, kakak, dan adiknya makan di Gacoan,” ujar Marini kepada rasioo.id.
Saat itu, kata Marini, sang ayah sempat menyarankan agar uang tersebut digunakan untuk membeli sepatu baru karena sepatu lama MD sudah rusak.
Namun, MD menolak karena merasa sepatunya masih layak dipakai.
“Papahnya bilang beli sepatu saja biar bisa dipakai lama, tapi MD bilang enggak mau, masih bagus, maunya traktir keluarga saja,” ungkapnya.
Permintaan tersebut akhirnya dikabulkan. Pada Senin, 2 Februari 2026, sehari sebelum kejadian, MD sempat makan bersama ibunya serta kakak dan adiknya.
“Alhamdulillah permintaan terakhirnya sudah terlaksana. Hari Senin sempat ke Gacoan sama mamanya, kakak, dan adiknya,” kata Marini dengan suara lirih.
Marini juga menceritakan adanya perubahan perilaku MD sebelum kejadian. Menurut keterangan guru di sekolah, MD terlihat lebih ceria dari biasanya dan nafsu makannya meningkat.
“Menurut gurunya, dua hari sebelum kejadian, hari Senin dan Selasa, MD lebih ceria. Bahkan makannya nambah, padahal sebelumnya enggak pernah,” tuturnya.
Selain itu, MD juga terlihat lebih aktif bermain bersama teman-temannya. Ia kerap bermain bola dengan teman sebaya, bahkan menggunakan apel sebagai pengganti bola.
“Anaknya baik, ceria, dan aktif. Dua hari sebelumnya memang kelihatan beda, lebih ceria dan semangat main,” pungkas Marini.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Aparat mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sekitar sungai guna mencegah kejadian serupa.











Komentar