RASIOO.id – Setelah enam hari pencarian tanpa henti, seorang lanjut usia bernama Oding, warga Kampung Kukun, Desa Sirnagalih, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Cipamingkis, Minggu, 8 Februari 2026.
Oding sebelumnya dilaporkan hilang sejak Selasa, 4 Februari 2026.
Pagi itu, korban berpamitan keluar rumah seperti biasanya untuk mencari besi tua. Namun hingga sore menjelang malam, Oding tak kunjung kembali ke rumah.
Menurut keterangan keluarga, Oding memang memiliki kebiasaan mencari besi tua di sekitar bantaran Sungai Cipamingkis. Pada hari hilangnya, korban diketahui keluar rumah tanpa mengenakan baju dan hanya memakai celana jeans pendek.
Upaya pencarian mandiri yang dilakukan keluarga tidak membuahkan hasil. Kekhawatiran semakin menguat setelah warga menemukan sepasang sandal milik Oding di tepi sungai, yang diduga menjadi petunjuk awal lokasi hilangnya korban.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada relawan dan BPBD Kabupaten Bogor, yang langsung menindaklanjuti dengan operasi pencarian dan penyelamatan. Tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, dan relawan dikerahkan untuk menyisir aliran sungai dan area sekitarnya.
“Setelah menerima laporan kehilangan, kami langsung berkoordinasi dengan tim SAR gabungan untuk melakukan upaya pencarian,” ujar Kanit Reskrim Polsek Jonggol, Ipda Arfian Firmansyah, Senin, 9 Februari 2026.
Proses pencarian dilakukan secara intensif selama enam hari dengan berbagai metode, mulai dari penyisiran darat dan air, pengarungan menggunakan perahu karet, penyelaman, hingga pemantauan udara menggunakan drone di sepanjang aliran Sungai Cipamingkis.
Hingga akhirnya, Minggu sore, jasad Oding ditemukan oleh warga sekitar dalam kondisi mengapung di sungai, berjarak sekitar ±1 kilometer dari titik awal korban dilaporkan hilang.
“Alhamdulillah, berdasarkan informasi dari warga, almarhum atas nama Oding berhasil ditemukan di Sungai Cipamingkis. Kondisinya sudah meninggal dunia dan selanjutnya dievakuasi serta diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” ungkap Ipda Arfian.
Dengan ditemukannya jasad korban, operasi pencarian resmi dihentikan. Duka mendalam menyelimuti keluarga yang selama enam hari terakhir terus menanti kepulangan sang lansia, yang akhirnya kembali dalam keheningan aliran Sungai Cipamingkis.













Komentar