Banser Kota Tangerang Kecewa atas Penangguhan Tersangka Bahar bin Smith

RASIOO.id – Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Kota Tangerang memberikan respons kekecewaan terhadap keputusan pihak kepolisian terkait ditangguhkannya penahanan Bahar bin Smith.

“Kami atas nama keluarga besar Banser Kota Tangerang sungguh sangat kecewa atas keputusan ditangguhkannya penahanan Bahar Smith untuk ditahan di sel Kapolres Kota Tangerang,” kata Kasatkorcab Banser Kota Tangerang, Slamet Purwanto kepada awak media di Pon pada Kamis, 12 Februari 2026.

Ia menyebut, tidak mendapatkan info resmi dari pihak kepolisian terkait keputusan penahanan tersebut. Di tambah lagi, kata Slamet, tidak adanya upaya permohonan maaf dari pelaku baik secara langsung maupun melalui video.

“Belum sama sekali. Kami tidak menerima permohonan maaf dari Bahar Smith.,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ia juga menuntut sikap profesionalme kepolisian dalam mengungkap kasus persekusi ini dan Ia juga menyebut ketidak puasannya atas keputusan penangguhan penahanan.

“Tegakkan yang adil, hancurkan yang dzalim. Yang benar katakan benar, yang salah katakan salah,” tegasnya.

Terkait upaya restorative justice (RJ) yang diajukan oleh pihak kuasa hukum Bahar bin Smith. Slamet menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga Bahar di jebloskan ke penjara.

“Sekali lagi atas solidaritas dan kemanusiaan, tidak ada kata damai. Lanjutkan, tuntaskan, penjarakan Bahar Smith,” kata dia.

Masih menurut Slamet, pihaknya mendesak kepolisian untuk bersikap profesional dalam menangani kasus ini.

“Harusnya polisi itu mengayomi ya secara profesional, mengayomi dari orang-orang yang memang tertindas, orang-orang yang menjadi korban penganiayaan. Apapun orang itu, tidak melihat dari kasta, jabatan, atau seseorang tersebut, ia harus diayomi,” katanya.

Di tempat yang sama, Korban pengeroyokan, Rida, mengaku kecewa pada keputusan polisi yang menangguhkan penahanan terhadap Bahar bin Smith.

“Saya pribadi sangat kecewa dengan alasan katanya ada alasan penangguhan karena sebagai tulang punggung dan sebagai pengajar,” ujar dia.

Rida menambahkan, alasan tersebut tidak masuk akal dan mengada-ada, karena dirinya juga sebagai tulang punggung keluarga.

“Saya juga sebagai tulang punggung sampai saat ini. Untuk mengawal kasus ini, sampai saat ini perekonomian saya pun masih belum stabil karena mengawal kasus ini. Tapi ternyata dari pihak kepolisian dengan alasan seperti itu, ya sangat kecewa sekali,” tambah dia.

Di akhir pernyataannya, Rida berkomitmen untuk menolak damai dan akan terus menuntut keadilan kepada pihak kepolisian.

“Saya tetap lanjut selesaikan kasus ini sampai tuntas. Penjarakan Bahar, tangkap Bahar,” pungkasnya.

Komentar