RASIOO.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menyiapkan skema anggaran perubahan untuk membiayai perbaikan kerusakan di kawasan Gelora Pakansari pasca diterjang angin puting beliung.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengatakan opsi penggunaan anggaran perubahan menjadi langkah paling memungkinkan dalam penanganan kerusakan infrastruktur stadion tersebut.
“Kemungkinan besar paling lambat menggunakan anggaran perubahan. Kalau secara ketentuan peraturan perundang-undangan diizinkan untuk melakukan di penjabaran APBD atau perubahan parsial, kami akan gunakan itu,” ujarnya, Kamis, 19 Februari 2026.
Menurut Rudy, proses perbaikan tidak bisa dilakukan secara serta-merta karena harus melalui mekanisme dan tahapan penganggaran daerah yang berlaku.
“Pada saat kami membenahi, memang mekanisme tahapan penganggaran harus kami temukan. Tidak kami lakukan serta merta seperti kami menangani banjir dan tanah longsor,” katanya.
Ia menjelaskan, penanganan bencana di kawasan stadion memiliki skala prioritas berbeda dibandingkan bencana yang berdampak langsung pada masyarakat.
“Karena pada saat kami menangani banjir dan tanah longsor, ada masyarakat yang harus dilindungi, ada masyarakat yang harus direlokasi. Tetapi bicara kawasan Gelora Pakansari, karena tidak ada masyarakat yang terdampak di dalam stadion,” jelasnya.
Meski demikian, Pemkab Bogor tetap memprioritaskan warga yang terdampak di sekitar kawasan stadion sebelum memfokuskan penanganan penuh terhadap fasilitas olahraga tersebut.
Untuk tahap awal, pemerintah daerah akan mengejar perbaikan infrastruktur paling vital agar fungsi stadion dapat segera kembali normal.
“Minimal tahap awal yang kami kejar adalah perbaikan atap, lalu plafon-plafon di beberapa ruangan yang kemarin roboh,” ungkapnya.
Rudy menargetkan perbaikan kerusakan di Gelora Pakansari dapat dituntaskan pada tahun ini, setidaknya untuk titik-titik yang mengalami kerusakan utama.
“Tetapi insya Allah di tahun ini, Gelora Pakansari mudah-mudahan tuntas kami lakukan perbaikan untuk beberapa titik-titik yang rusak,” pungkasnya.















Komentar