Sastra Winara Ajak Warga Bogor Ngabuburit Sambil Ziarah Sejarah di Pameran Artefak Rasulullah Pakansari

RASIOO.id – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momen Ramadan dengan cara berbeda: ngabuburit sambil menelusuri jejak sejarah Rasulullah SAW.

Ajakan itu disampaikan usai dirinya mengunjungi pameran artefak Rasulullah SAW, keluarga, dan para sahabat yang digelar di Laga Satria, Pakansari, Kecamatan Cibinong.

Menurut Sastra, pameran tersebut menjadi momentum penting bagi umat Muslim di Kabupaten Bogor untuk memperkuat keyakinan serta menambah kecintaan terhadap sejarah Islam.

“Tentu ini menjadi momentum di bulan suci Ramadan ini, bisa ajak keluarga dan anak sekalian ngabuburit untuk melihat apa yang pernah dipakai oleh Nabi Muhammad SAW,” ujarnya, Jumat 20 Februari 2026

Dari Kiswah hingga Pedang

Dalam pameran tersebut, berbagai artefak dipamerkan, mulai dari kiswah, rambut dan jenggot Rasulullah SAW, pakaian yang digunakan, hingga pedang dan peninggalan lainnya.

Sastra menilai, kehadiran artefak-artefak tersebut bukan sekadar pajangan sejarah, melainkan pengingat akan perjuangan dan keteladanan Rasulullah serta para sahabat dalam menyebarkan ajaran Islam.

“Ada kiswah, ada rambut beliau, ada jenggot dan pakaian yang digunakan serta pedang dan lain-lain,” tuturnya.

Kenalkan Sejarah Islam ke Generasi Muda

Lebih lanjut, Sastra mengajak masyarakat untuk hadir bersama keluarga, sekaligus memperkenalkan sejarah Islam kepada anak-anak dan generasi penerus.

“Maka itu ajak rekan saudara untuk hadir di sini sambil ngabuburit untuk melihat sejarah ke belakang, bahwa kita berdiri hari ini berkat sejarah sebelum kita. Sekaligus memperkenalkan sejarah Islam kepada anak cucu kita,” jelasnya.

Pameran ini akan berlangsung hingga 18 Maret 2026 dan dibuka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB. Dengan durasi hampir satu bulan penuh, masyarakat memiliki kesempatan luas untuk datang dan menyaksikan langsung peninggalan bersejarah tersebut.

Momentum Ramadan kali ini pun menjadi lebih bermakna, bukan hanya dengan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga memperdalam pemahaman sejarah dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Komentar