RASIOO.id – Bulan suci Ramadhan selalu menghadirkan semangat ibadah yang begitu terasa di tengah umat Islam. Salah satu amalan yang paling dinanti setiap malamnya adalah shalat tarawih.
Menariknya, dalam sejumlah literatur klasik disebutkan adanya keutamaan khusus di setiap malam tarawih, termasuk malam ke-6.
Merujuk pada kitab Durratun Nasihin karya Syekh Usman bin Hasan bin Ahmad asy-Syakir al-Khaubawi, disebutkan bahwa keutamaan shalat tarawih pada malam ke-6 begitu luar biasa. Di antaranya, Allah SWT memberikan pahala yang setara dengan para malaikat yang bertawaf di Baitul Makmur.
Tak hanya itu, seluruh batu dan tanah di bumi dikisahkan turut memohonkan ampunan bagi orang yang menunaikan tarawih pada malam tersebut.
Keutamaan ini tentu menjadi motivasi tersendiri bagi umat Islam untuk semakin khusyuk dalam beribadah. Gambaran pahala yang begitu besar seakan menjadi penyemangat agar malam-malam Ramadhan tidak berlalu sia-sia.
Namun demikian, para ulama mengingatkan agar umat Islam tetap bijak dalam menyikapi rincian fadhilah malam demi malam tersebut.
Sejumlah pendakwah dan kajian keislaman seperti yang sering diulas oleh NU Online maupun Rumaysho menjelaskan bahwa hadis-hadis yang merinci keutamaan tiap malam tarawih memiliki sanad yang diperselisihkan dan dinilai lemah oleh sebagian pakar hadis.
Artinya, umat Islam tidak perlu terpaku pada klaim pahala spesifik setiap malam. Sebab secara umum, keutamaan shalat tarawih sudah sangat agung sebagaimana sabda Rasulullah SAW, bahwa siapa yang menunaikan qiyam Ramadhan dengan iman dan mengharap ridha Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Ramadhan bukan sekadar tentang mengejar angka pahala, tetapi tentang memperkuat iman, memperbanyak istighfar, dan memperindah hubungan dengan Allah SWT.
Malam ke-6 bisa menjadi momentum untuk mempertebal semangat ibadah, bukan hanya karena janji keutamaan tertentu, tetapi karena cinta dan harap kepada Sang Pencipta.















Komentar